FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Viralnya buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya aktris Aurelie Moeremans membuat publik terdenyut sekaligus kembali menyoroti perjalanan hidup Aurelie Moeremans serta pihak-pihak yang diasosiasikan dengan kisah dalam buku tersebut.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengaku melewati masa remajanya dengan pengalaman penuh trauma. Perempuan berdarah Belgia itu menggambarkan dirinya menjadi korban praktik child grooming.
Buku memoar ini bukan sekadar catatan perjalanan hidup. Cerita Aurelie seputar kehidupan masa remajanya, tepatnya di usia 15 tahun ini merupakan pengakuan jujur atas pengalaman traumatis yang dialaminya.
Aurelie mengisahkan pengalaman traumatisnya sebagai penyintas grooming, manipulasi emosional, dan kekerasan dalam hubungan tidak sehat yang ia alami sejak usia sangat muda.
Ia menggambarkan masa mudanya seperti terenggut dan dikendalikan orang lain melalui visual buku dengan gambar permainan boneka tali “Marionette”.
Marionette atau boneka tali adalah boneka yang dikendalikan dari atas oleh dalang menggunakan kawat atau tali untuk menggerakkan kaki, tangan, kepala, dan tubuhnya. Kendali dalang inilah yang memungkinkan gerakan yang sangat mirip manusia, sering digunakan dalam pertunjukan teater bercerita.
Judul Broken Strings menggambarkan hilangnya rasa aman, kebebasan, dan keutuhan diri akibat peristiwa kelam di masa remaja. Melalui rangkaian fragmen cerita, Aurelie mengajak pembaca menyusuri proses panjang mengenali luka, menerima kenyataan pahit, hingga upaya untuk bangkit dan berdamai dengan masa lalu.
Aurelie menunjukkan bagaimana relasi yang dibungkus dalih cinta dapat menjadi alat kontrol yang menghancurkan identitas, harga diri, dan masa depan seorang perempuan, terutama ketika korban berada dalam posisi usia dan kuasa yang jauh berbeda.
Aurelie juga menceritakan berbagai bentuk perlakuan kasar yang diterimanya, termasuk kekerasan fisik dan verbal. Hingga kini, fakta bahwa pelaku masih bebas beraktivitas di ruang publik menjadi salah satu kenyataan pahit yang turut disinggung dalam kisahnya.
Sebelum menuliskan pengalaman traumatis masa lalunya melalui sebuah buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth, Aurelie Moeremans juga pernah mengungkap pengalaman traumatisnya itu melalui unggahan di akun Facebook pribadinya sekitar tahun 2013.
Disitu, Aurelie mengungkap lebih detail, utuh, reflektif, dan berangkat sepenuhnya dari sudut pandang korban dalam memoar ini.
Di sisi lain, semenjak buku tersebut dirilis, Aurelie mengaku ada sosok yang merasa, padahal dia sama sekali tidak menyinggung sosok tersebut dalam bukunya.
“Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya, justru berisiko buat dirinya sendiri,” tulis Aurelie dilansir pada Senin (12/1).
Aurelie Moeremans menulis buku memoarnya Broken Strings tanpa upaya romantisasi trauma atas pengalaman buruknya di usia 15 tahun. Aurelie menegaskanbuku ini bagian dari proses penyembuhan pribadi, sekaligus bentuk peringatan bagi publik tentang bahaya kekerasan terhadap anak dan remaja yang kerap luput dari perhatian.
Lewat keberaniannya berbagi kisah, Aurelie Moeremans berharap suaranya dapat menjadi penguat bagi para penyintas lain agar tidak merasa sendirian, serta mendorong masyarakat untuk lebih peka dan berpihak pada korban.
Dukungan keluarga digambarkan sebagai faktor krusial yang membantunya bertahan dan bangkit. Di bagian akhir, buku ini berubah menjadi suara harapan bahwa bertahan hidup saja sudah merupakan keberanian, dan bahwa luka yang dulu dianggap aib bisa menjelma menjadi cahaya bagi orang lain.
“Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku. Dan saat tahu kisah ini bisa menolong orang lain, rasanya seperti keajaiban yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun,” tulisnya di akhir.
Aurelie menuliskan di akun media sosialnya jika buku yang ditulisnya tidak pernah direncanakan untuk dicetak. Ia membuatnya dan membagikannya secara gratis. Siapapun dapat mengakses dan membacanya dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Link Baca Gratis Broken Strings Buku Aurelie Moeremans dalam Bahasa Indonesia:
https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view?usp=drivesdk




