Tolak Relokasi RPH, Pedagang Ajak Sapi Unjuk Rasa

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke daerah Tambak Oso Wilangun yang dilakukan Pemkot Surabaya ditolak oleh seluruh pedagang dan tukang jagal. Ratusan pedagang dan tukang jagal dengan berbagai moda transportasi itupun menggeruduk Kantor DPRD Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/1/2026).

Kemacetan di Jalan Yos Sudarso tempat kantor DPRD Kota Surabaya berada pun tidak bisa dihindari. Aksi unjuk rasa tersebut juga menarik perhatian pengendara yang melintas karena terdapat empat sapi yang dibawa  serta para pengunjuk rasa.

Sesaat tiba, seekor sapi jenis Pegon dengan berat 900 kilogram langsung diturunkan dari sebuah mobil bak terbuka. Massa bersorak-sorak bersemangat. Seorang pengunjuk rasa langsung naik ke atas punggung sapi dengan membawa poster tuntutan tolak relokasi. Tanpa komando dari korlap, sejumlah pengunjuk rasa langsung menuntun sapi masuk halaman Kantor DPRD Kota Surabaya.

Aksi tersebut sontak membuat kaget petugas kepolisian yang berjaga. Sebelum petugas bertindak, dari pengeras suara korlap  aksi memerintahkan pengunjuk rasa dan sapinya untuk keluar. Pengunjuk rasa dan sapi kemudian kembali ke luar gedung.

Kompas/Bahana Patria Gupta
Seekor sapi dibawa masuk ke halaman Kantor DPRD Kota Surabaya saat berlangsung unjuk rasa pedagang dan tukang jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya, Jawa Timur, Senin (12/12026)

Aksi sempat memanas karena pengunjuk rasa meminta bertemu dengan anggota dewan. “ Jika dalam sepuluh menit kalian tidak keluar, maka kami yang akan masuk,” teriak seorang orator dari atas mobil komando.

Bagi pedagang dan tukang jagal RPH Pegirian, relokasi ke tempat baru tidak mempertimbangkan kondisi mereka. Lokasi yang jauh apalagi jam kerja menjelang dini hari dinilai rawan kejahatan sekaligus rawan kecelakaan.

Koordinator para jagal dan pedagang daging sapi se-Kota Surabaya Abdullah Mansyur menyebut dua tuntutan. Pertama, menuntut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membatalkan rencana pemindahan RPH Pegirian ke Tambah Oso Wilangun.

"Kedua, saya meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran tentang pendaftaran, yang kemudian untuk mendaftar para jagal yang ada di Pegirian untuk dipindah ke Tambak Oso Wilangun," kata Abdullah.

Abdullah menegaskan, massa aksi akan melakukan mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi. Jika masih tak memenuhi, massa bakal melakukan aksi demo besar-besaran.

Salah satu tukang jagal yang ikut aksi dan telah bekerja selama dua puluh tahun, Sakiman (50), mengaku relokasi ke Tambak Oso Wilangun sangat mendadak. “ Sejauh ini kami tidak pernah dilibatkan dalam rencana relokasi. Tiba-tiba di suruh pindah. Tempat tersebut terlalu jauh. Saya tidak menolak relokasi, tapi tolong pertimbangkan jarak dengan yang lama, “ Ujar Sakiman.

Sakiman lalu menambahkan jika alasan relokasi karena RPH yang saat ini berada di tengah kota, ia mengusulkan pemerintah untuk merenovasi lebih baik lag,  salah satunya dengan peninggian tembok.

Sakiman beserta ratusan tukang jagal lainnya kini memilih mogok kerja hingga ada kejelasan tuntutan meraka. Aksi tersebut mengancam distribusi daging di Kota Surabaya.

Baca JugaDepok Berjuang Menghadapi ”Bom Waktu” Sampah
Baca JugaJika ke Surabaya, Mampirlah ke Pecinan Kapasan Dalam

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Hadiri Sidang Kasus Chromebook, Teman Lama Ibunda Nadiem
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Danantara Bicara Prospek Himbara BBRI, BBNI, hingga BMRI pada 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Kecewa Eksepsinya Ditolak, Nadiem Singgung Google di Sidang Korupsi Chromebooks
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Ramalan Zodiak 13 Januari 2026: Siapa Paling Bermasalah soal Uang dan Cinta?
• 3 jam lalumerahputih.com
thumb
8 Karakter Baru yang Muncul di Jujutsu Kaisen Season 3 Culling Game, ini Peran dan Kekuatannya
• 32 menit lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.