TEHERAN, KOMPAS.TV - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian akhirnya buka suara terkait demontsrasi anti-pemerintah yang terjadi di negaranya.
Pezehskian menegaskan, unjuk rasa merupakan hak rakyat Iran, tetapi bukan untuk para perusuh.
Ia menegaskan perusuh tak boleh dibiarkan mengganggi masyarakat.
Baca Juga: Media Asing Soroti Indonesia Blokir Aplikasi Elon Musk Grok, Disebut Negara Pertama Melakukannya
Hal itu diungkapkan Pezeshkian pada Minggu (11/1/2026), dan menjadi pernyataan pertamanya setelah demonstrasi anti-pemerintah semakin internasif setelah terjadi selama tiga malam.
“Rakyat (Iran) tak boleh membiarkan perusuh merusak masyarakat,” karanya dikutip dari Arab News.
“Masyarakat harus percaya kami (pemerintah) menginginkan menerapkan keadilan,” tambahnya.
Pezeshkian menyerukan rakyat Iran untuk maju bersama-sama dan tak membiarkan para perusuh berada di jalanan.
“Jika rakyat memiliki kekhawatiran, kami akan mendengarkannya. Sudah menjadi tugas kami untuk mendengarkan dan memecahkan masalah,” ucap Pezeshkian.
“Bagaimanapun, tugas terbesar kami adalah tak membiarkan perusuh datang dan merusak masyarakat,” katanya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Arab News
- masoud pezeshkian
- iran
- unjuk rasa
- demonstrasi anti-pemerintah
- presiden iran



