Kepada Ribuan Kader PDIP, Puan Jelaskan Makna Menjadi Partai Penyeimbang

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan komitmennya sebagai partai politik penyeimbang pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Kepada ribuan kader Banteng, Ketua DPP Bidang Politik PDI Perjuangan Puan Maharani memaparkan makna dan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang.

“Posisi partai politik di luar partai-partai kabinet pemerintah pada dasarnya adalah penyeimbang kekuasaan dalam sistem demokrasi. Perannya adalah mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi dan kepentingan rakyat,” kata Puan, Jakarta, dilansir pada Senin, 12 Januari 2026.

Hal itu dikatakan Puan dalam penyampaian materi ‘Kebijakan dan Strategi Politik Partai Penyeimbang di Rakernas I sekaligus perayaan HUT ke-53 PDIP di Beach City Internasional Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 11 Januari 2026.

Bagi PDIP, kata Puan, sebagai partai politik penyeimbang bukan posisi pasif, apalagi sekadar menunggu keadaan. Menurut dia, penyeimbang berarti hadir secara aktif menjaga arah perjalanan bangsa agar tetap setia pada cita-cita kemerdekaan. 

Dia menegaskan PDIP  mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat. Namun, pihaknya juga berkewajiban mengingatkan ketika kekuasaan mulai menjauh dari nilai keadilan sosial, demokrasi, dan kedaulatan rakyat.

“Inilah watak PDI Perjuangan sejak awal, yaitu setia pada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” tegas cucu Bung Karno ini.
  Baca Juga:  Rakernas PDIP Fokus Evaluasi Total dan Isu Kerakyatan via 7 Komisi

Ketua DPR ini mengatakan pembangunan tetap harus berjalan terus maju bagi kesejahteraan rakyat. 

“Apakah karena kita tidak menjadi pemerintah, pembangunan harus berhenti? tentu saja tidak! Oleh karena itu kita harus mengawal secara kritis jalannya pemerintahan agar dari waktu ke waktu rakyat merasakan hidupnya semakin baik,” ujar dia.

Secara umum, Puan menjelaskan tiga tujuan PDIP sebagai partai penyeimbang, yakni menjaga agar jalannya pemerintahan sesuai dengan konstitusi dan kepentingan publik, menjaga agar pembangunan nasional tetap berjalan maju untuk kesejahteraan rakyat, dan memosisikan partai agar memiliki relasi politik yang strategis.

Puan mengingatkan kembali misi PDIP dalam membumikan Pancasila, yang intisarinya adalah gotong royog, sebagaimana Pidato Bung Karno, 1 Juni 1945. Semangat gotong royong tersebut yang digunakan PDI Perjuangan untuk membangun Indonesia.

“Pidato 1 Juni 1945 Bung Karno adalah identitas kita, DNA kita, yang akan selalu menjadi panduan kita bersama dalam berjuang untuk Indonesia,” ujar Puan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Bakal Resmikan Modernisasi Kilang Pertamina di Balikpapan
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kemhan Pastikan Pelat Dinas pada BMW Putih Viral Tidak Sah
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
4 Zodiak Ini Sangat Menyukai Musim Hujan
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Banjir Kudus, Lebih dari 14 Ribu Orang dan 4 Ribu Rumah Terdampak
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Italia: Inter Milan, AC Milan, dan Napoli Hanya Dapat 1 Poin dan Gagal Jauhi Roma-Juventus
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.