JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa para relawan medis sempat mengalami kendala besar untuk mencapai lokasi tugas akibat kalah bersaing dengan para pelancong yang memenuhi kuota penerbangan domestik saat musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Fenomena ini mencuat setelah muncul laporan adanya relawan kesehatan yang terpaksa mengambil rute Jakarta-Malaysia-Medan hanya untuk mendapatkan ongkos yang lebih terjangkau.
BACA JUGA:Transjakarta Sesalkan Insiden Penumpang Disabilitas Jatuh ke Got: Kami Evaluasi Internal!
BACA JUGA:IHSG Anjlok Dadakan Lebih dari 2 Persen, Pasar Saham Memerah!
Menkes Budi Gunadi menjelaskan bahwa penumpukan penumpang menuju Medan menjadi pemicu utama.
Wilayah seperti Bener Meriah, Langkat, hingga Aceh Tengah memang lebih mudah diakses melalui Medan ketimbang Banda Aceh.
Namun, karena bertepatan dengan momen libur akhir tahun, para relawan harus gigit jari karena tiket kelas ekonomi ludes terjual.
"Pas pada saat liburan akhir tahun, Nataru itu mungkin lagi banyak juga liburan tahun baru. Pemerintah juga memberikan diskon harga tiket sehingga masuk ke sana semua (wisatawan)," ujar Menkes saat konferensi pers via Zoom, Senin 12 Januari 2026.
BACA JUGA:Bojan Hodak Sambut Baik Penunjukan John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia
BACA JUGA:Pelarian Trio Curanmor Bersenpi di Palmerah Berakhir, Sehari Bisa Gondol 7 Motor!
Dampaknya, akses transportasi bagi nakes yang seharusnya menjadi prioritas justru tergeser oleh masyarakat yang ingin berlibur.
"Tidak masuk ke bagian ini untuk para relawan-relawan. Yang ada hanya tiket-tiket kelas bisnis yang mahal-mahal," tambahnya.
Rotasi Ribuan Nakes Terhambat
Kebutuhan tenaga medis di Aceh saat ini memang sedang tinggi-tingginya. Menkes memaparkan ada sekitar 1.000 titik pengungsian dan ratusan desa yang harus dilayani.
Mengingat nakes lokal Aceh juga menjadi korban bencana yang kehilangan rumah, pemerintah harus mendatangkan bantuan nakes dari luar daerah dalam jumlah besar.
- 1
- 2
- »




