Grid.ID - Tessa Mariska, penyanyi sekaligus politikus yang dikenal ceplas-ceplos, kembali menyita perhatian publik. Perempuan bernama asli Yenny Chaidir itu kerap melontarkan pernyataan tajam yang tak jarang memancing emosi, termasuk saat menyinggung konflik yang menyeret Eva Manurung, Ibunda Virgoun.
Tessa Mariska tampak menggiring pembicaraan ke arah isu sensitif yang melibatkan nama Eva Manurung, dan anaknya, Virgoun. Ia secara terang-terangan menyinggung dugaan ilegal akses yang kini disebut mulai mencuat ke permukaan terkait kasus Inara Rusli (IR) dan Insanul Fahmi (IF).
“Ini sudah mulai muncul ilegal akses,” ucap Tessa Mariska dikutip Grid.ID melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Senin (12/01/2026).
Ucapan tersebut seolah menjadi pemicu bagi Eva Manurung untuk meluapkan kekesalan yang selama ini dipendam. Tessa kemudian kembali melanjutkan dengan pertanyaan yang lebih tajam.
“Kira-kira ada nggak dari enam orang yang katanya diduga terkait ilegal akses ini yang Mami kenal?” tanya Tessa.
Pertanyaan itu membuat Eva Manurung akhirnya menyebut bahwa ia mengenal salah satu sosok yang disebut-sebut, yakni driver lama Virgoun berinisial A. Dari titik itu, pernyataan Eva semakin melebar dan emosional.
Tak berhenti sampai di situ, Tessa Mariska kembali memanaskan suasana dengan menggiring pembahasan ke akses Virgoun terhadap rumah Inara dan aset keluarga.
“Sebesar apa hak Virgoun atas rumah itu, Mam?” ujar Tessa.
Pertanyaan tersebut membuat Eva Manurung langsung menegaskan bahwa rumah dan aset yang dipermasalahkan merupakan harta gono-gini yang diperuntukkan bagi anak-anak, bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun.
Nada Eva pun semakin meninggi saat membahas mobil yang disebut-sebut ditinggalkan Virgoun untuk anak-anak, namun kemudian diduga digadaikan. Eva berkata bahwa itu merupakan peninggalan anaknya, Virgoun, buat cucu-cucunya.
Situasi makin emosional ketika Tessa membiarkan Eva berbicara panjang soal perlakuan yang ia alami sebagai nenek. Hal itu di antaranya termasuk pengalaman diminta pulang saat baru bertemu cucu-cucunya.
Eva bahkan mengaku menangis di dalam mobil usai kejadian tersebut, merasa haknya sebagai nenek seolah diabaikan. Ia merasa bahwa tak seharusnya dia mendapatkan hal seperti itu.
“Saya kan neneknya, dan saya berhak juga atas cucu-cucu saya,” tutup Eva. (*)
Artikel Asli



