Pernahkah terpikir bahwa anemia di usia dewasa bisa berawal dari pola makan saat remaja? Banyak orang mengira anemia baru menjadi masalah ketika tubuh sudah menunjukkan gejala. Padahal, pencegahan kondisi ini justru perlu dimulai sejak dini, terutama pada masa remaja yang menjadi fase penting pertumbuhan dan pembentukan kesehatan jangka panjang., Moms.
Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, dalam acara talkshow bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (8/1).
Pencegahan Anemia Perlu Dimulai Sejak RemajaMenurut dr. Diana, langkah paling penting dalam mencegah anemia di kemudian hari adalah menumbuhkan kesadaran gizi sejak dini. Remaja, khususnya remaja putri, perlu memahami bahwa tubuh mereka membutuhkan asupan gizi yang cukup, beragam, dan seimbang setiap hari.
“Saat ini sih yang kami utamakan adalah memberikan kesadaran kepada anak-anak remaja, remaja-remaja putri, bahwa mereka itu butuh gizi, butuh makan makanan yang beragam dan seimbang,” katanya.
Saat ini, banyak remaja putri yang ingin tampil langsing sehingga cenderung membatasi makan. Sayangnya, keinginan tersebut sering kali membuat mereka lupa bahwa meski ingin menjaga bentuk tubuh, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi. Pola makan yang tidak seimbang justru dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi penting, salah satunya zat besi.
“Kan sekarang rata-rata kalau remaja putri pinginnya langsing-langsing kan? Nah sering kali lupa, padahal kan kalau pun mereka tetap mau langsing, tetap harus makan makanan yang beragam,” ucap dr. Diana.
Dr. Diana juga memaparkan bahwa sumber zat besi dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan, baik dari protein hewani maupun bahan pangan nabati seperti sayuran. Namun, khusus untuk sumber zat besi dari sayuran, konsumsinya perlu dibarengi dengan makanan yang mengandung vitamin C agar penyerapan zat besi di dalam tubuh dapat berlangsung secara optimal.
“Tapi kalau dari sayuran harus bersamaan konsumsinya dengan sumber vitamin C juga supaya terserap dengan baik,” tutupnya.





