JAKARTA, DISWAY.ID— Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 memasuki hari ketiga, Senin (12/1/2025).
Di antara materinya hari ini yaitu terkait perlindungan kesehatan jemaah haji saat di tanah suci.
Dalam pelaksanaannya di 'barak militer' ini, hal krusial itu diberikan melalui simulasi yang menitikberatkan pada kesiapsiagaan petugas menghadapi kondisi darurat medis jemaah, seperti henti jantung dan henti.
BACA JUGA:Dirjen Bina Haji: Petugas Harus Putus Rantai 'Masalah Selesaikan Masalah' di Tanah Suci
Pada sesi tersebut, para peserta di Kompi C (Salah satu kompi dalam Diklat) mengikuti simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dipandu fasilitator dari Pelaksana Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PPKPJH), Dr. Lutfi Rahman.
Simulasi ini menggambarkan situasi riil saat petugas menemukan jemaah yang tergeletak akibat henti napas atau henti jantung.
“Misalnya petugas menemukan jemaah tergeletak di jalan, langkah pertama adalah memastikan keamanan diri, lalu mengecek kesadaran korban, apakah terjadi henti napas atau henti jantung,” ujar Lutfi di sela pelatihan, Senin (12/1/2025).
Ia menjelaskan, petugas PPIH dibekali prosedur dasar penanganan awal sebelum bantuan medis lanjutan tiba.
Setelah memanggil bantuan darurat, petugas diminta segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai tindakan penyelamatan awal.
“RJP sangat vital. Fokusnya pada compressions, yaitu tekanan dada dengan kecepatan 100–120 kali per menit dan kedalaman sekitar 5 sentimeter, kemudian membuka jalan napas (airway) hingga detak jantung kembali pulih,” jelasnya.
BACA JUGA:Gus Irfan Ungkap Babak Baru Haji Indonesia, Ramah Perempuan dan Profesionalisme Petugas
Simulasi ini mendapat respons antusias dari peserta. Salah satu peserta yang pernah bertugas sebagai tenaga kesehatan pada musim haji sebelumnya membagikan pengalamannya menangani kasus serupa di Arab Saudi.
Ia menjelaskan bahwa di lokasi-lokasi padat jemaah seperti pelataran Masjid Nabawi, Masjidil Haram, hingga jalur Jamarat, layanan darurat Palang Merah Saudi (Saudi Red Crescent Authority/SRCA) telah tersedia dengan ambulans lengkap.
“Kalau menemukan jemaah kolaps, kita tetap melakukan pertolongan awal seperti yang disimulasikan, sambil meminta petugas lain menghubungi nomor darurat 997. Respons ambulans Saudi sangat cepat, dan di banyak titik juga ada Askar,” ujarnya.
Menurutnya, petugas Indonesia dalam menangani kondisi darurat seorang diri di lapangan, bisa berhubungan dengan otoritas dan layanan medis setempat.
- 1
- 2
- »




