FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemprov DKI Jakarta kini tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir di ibu kota negara. Itu karena curah hujan akibat cuaca ekstrem tengah melanda wilayah tersebut.
Bahkan pada Senin (12/1), curah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur sejumlah kawasan di Jakarta. Kondisi tersebut memaksa beberapa wilayah permukiman warga hingga jalan tergenang banjir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, Pemprov DKI Jakarta terus menyiagakan seluruh sumber daya untuk mengantisipasi banjir. Salah satunya dengan mengoperasikan sekitar 1.200 pompa air yang tersebar di berbagai titik rawan banjir.
“Sekarang ini semuanya kita siagakan. Ada kurang lebih 600 pompa portable dan 600 pompa mobile. Dan kalau lihat sekarang curah hujan, dulu pasti sudah terjadi genangan di mana-mana,” terangnya.
Sementara itu, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, ada sebanyak 28 RT dan 46 ruas jalan di Jakarta yang tergenang banjir hingga pukul 14.00 hari ini
Pramono menegaskan, dengan kesiapan seluruh potensi yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, itu bisa sangat menekan jumlah wilayah yang terdampak. Tidak terkecuali di Kawasan Ancol yang memang berbatasan langsung dengan laut, yang saat ini permukaan airnya juga sedang naik.
“Sekarang Ancol memang ada kenaikan permukaan air, langsung kami pompa,” imbuhnya.
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis. Dibutuhkan langkah jangka pendek dan jangka menengah yang konsisten.
“Kalau jangka panjangnya sudah terlalu panjanglah untuk dipikirkan sekarang. Yang penting, kami terus melakukan penanganan banjir di Jakarta,” katanya.
Selain banjir, Pramono juga menyoroti persoalan penurunan muka tanah di Jakarta. Dia mengakui, dalam dua tahun terakhir, penurunan tanah di wilayah Jakarta Utara mencapai sekitar 9 cm.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Pramono berharap proyek Giant Sea Wall atau Tanggul Raksasa bisa segera direalisasikan.
“Sebagai gubernur Jakarta, saya menginginkan apa yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Giant Sea Wall bisa segera diimplementasikan,” jelasnya.
Menurut dia, pembangunan tanggul laut raksasa tersebut menjadi solusi penting bagi Jakarta. Utamanya, terkait penurunan permukaan tanah dan permasalahan tentang air bersih.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, banjir dan genangan yang terjadi di Jakarta akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut di beberapa titik Jakarta Selatan.
Ketinggian banjir di 28 RT dan 46 ruas jalan beragam. Namun, yang paling tinggi itu ada di Kelurahan Cilandak Timur dengan tiga RT yang terdampak.
“Di Cilandak Timur ketinggiannya mencapai 95 sentimeter. Saat ini masih proses penanganan di sana dan juga wilayah lainnya,” imbuhnya. (fajar)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1867601/original/050505900_1517833019-Pintu-Air-Manggarai.jpg)

