PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • PDIP desak pemerintah pusat alokasikan anggaran yang adil untuk daerah.
  • Partai kritik keras praktik pemotongan dana transfer ke daerah (TKD).
  • Kebijakan ini dinilai melanggar asas desentralisasi dan mencederai keadilan.

Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi menyuarakan urgensi penguatan otonomi daerah melalui pembagian anggaran yang adil antara pemerintah pusat dan daerah. Partai tersebut secara khusus menyoroti dan mengkritik adanya praktik pemotongan Dana Transfer ke Daerah atau TKD.

Hal ini menjadi salah satu poin krusial dalam Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang dibacakan pada acara penutupan di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026).

Rekomendasi yang dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, ini mendorong agar alokasi TKD dilakukan secara proporsional sesuai mandat Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

"Rakernas I Partai mendorong penguatan otonomi daerah dengan memastikan alokasi anggaran transfer ke daerah (TKD) yang adil dan proporsional," ujar Jamaluddin di hadapan ribuan kader.

Lebih lanjut, PDIP melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemotongan TKD. Praktik tersebut dinilai telah mencederai prinsip keadilan dan melanggar asas desentralisasi.

"Rakernas menilai bahwa pemotongan anggaran transfer ke daerah tidak mencerminkan asas keadilan dan pemerataan antara pemerintah pusat dan daerah," tegasnya.

PDI Perjuangan memandang kemandirian daerah sangat bergantung pada kepastian fiskal dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap UU HKPD menjadi syarat mutlak untuk menjamin pembangunan yang merata di seluruh Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kanada Jajaki Investasi Energi Terbarukan dan Pariwisata di NTB
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Bahasa Indonesia Bukan Sekadar Mata Pelajaran
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Bidik 500 Ribu Siswa Jadi Anak Didik
• 6 jam laludisway.id
thumb
Tito Tegaskan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera Prioritas Utama
• 1 jam laludetik.com
thumb
BRIN: Jakarta Utara Ambles 3,5 Cm per Tahun, Risiko Banjir Naik 40 Persen
• 8 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.