Polres Pelabuhan Belawan telah mengidentifikasi pelaku pencurian dengan kekerasan yang menyeret seorang siswi kelas 3 sekolah dasar berinisial J (9) sejauh 20 meter dari rumah korban di Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1). Saat ini, pelaku masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
“Laporan sudah kami terima, dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya semoga cepat tertangkap pelakunya,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Iptu Agus Purnomo saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
Namun, Agus belum merinci identitas atau inisial pelaku pencurian yang menyeret siswi sekolah dasar tersebut.
Sebelumnya, J berusaha menghentikan pelaku yang mencuri handphone miliknya. Ia memegang behel bagian belakang sepeda motor yang dikendarai pelaku saat hendak melarikan diri.
Tindakan itu dilakukan J demi mempertahankan handphone miliknya. Peristiwa tersebut terjadi saat J pulang dari sekolah.
Ayah korban, Darfan (52), menceritakan kejadian yang menimpa anaknya. Saat itu, ia hendak menjemput J di sekolah. Namun, setibanya di sekolah, sang anak sudah tidak ada karena lebih dulu pulang ke rumah. Sementara itu, ibu J sedang bekerja dan tidak berada di rumah.
“Aku mau jemput dia sekolah. Sampai di sekolah, aku tunggu, dia enggak ada. Ternyata anak ini sudah pulang ke rumah,” kata Darfan saat ditemui di kediamannya, Senin (12/1).
Darfan menjelaskan, saat kejadian anaknya sedang berada di kamar mandi untuk buang air kecil. Tiba-tiba, J mendengar suara pintu depan terbuka dan mengira orang yang masuk adalah ayahnya.
J kemudian mengejar pelaku dan memegang behel bagian belakang sepeda motor pelaku. Akibatnya, ia terseret sejauh sekitar 20 meter.
“Terus pelaku ini enggak mau dihiraukan. Adik itu dipegang terus keretanya (motor) di belakang itu, dikencangin terus, lari dia,” ucap Darfan.
Menurut Darfan, handphone milik anaknya berhasil diselamatkan setelah pelaku panik karena takut diamuk massa.
Akibat kejadian tersebut, J mengalami luka-luka di bagian kaki kanan dan kiri. Sementara uang tunai sebesar Rp 100.000 raib dibawa pelaku.
Darfan berharap pelaku segera ditangkap. Ia mengaku telah membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Harapannya, mudah-mudahan pelaku ini tertangkap. Kita serahkan kepada pihak berwajib. Kalau engga tertangkap, nanti pasti kena lagi. Mungkin lebih parah dari anak saya,” tutup Darfan.





