Hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (12/1), di antaranya DKI Jakarta, Aceh dan Sumut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan hujan turun dengan intensitas sedang.
Hujan itu disebabkan oleh beberapa kondisi. Pertama El Niño–Southern Oscillation (ENSO) yang terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dalam keterangannya, Senin (12/1).
Kemudian aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) secara spasial, kata Andri, diprakirakan aktif melintasi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua, Papua Selatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
"Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Laut Sulu, Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua, Papua Selatan, dan Laut Arafuru, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut," tutur Andri.
Keberadaan bibit siklon 91W juga terpantau berada di Samudra Pasifik utara Papua, dengan kecepatan angin maksimum sebesar 15 knot, Tekanan Udara Minimum 1007 hPa. Daerah konvergensi, kata Andri, diprediksi memanjang di Kepulauan Riau, Riau, Pesisir barat Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa timur, Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Sulawesi barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," ujarnya.
Adapun perkiraan cuaca pada 13-15 Januari 2026 sebagai berikut:
Hujan Intensitas Sedang
Hujan dengan intensitas yang meningkat dari ringan ke sedang bisa terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Barat, Papua dan Papua Selatan.
Hujan Lebat Disertai Petir
Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Papua Pegunungan.
Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
Riau, Jambi, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470368/original/010626800_1768203563-IMG_8075.jpeg)