Bisnis.com, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat tambahan kuota haji sebanyak 3.745 orang pada 2026. Dengan tambahan tersebut maka jumlah kuota yang tersedia pada tahun ini mencapai 34.122 orang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap peningkatan jumlah kuota haji ini dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” kata Yasin pada Senin (12/1/2026).
Kuota haji untuk 34.122 orang jemaah haji tersebut terdiri dari haji reguler, prioritas lansia, pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta Petugas Haji Daerah dari Jawa Tengah.
Baca Juga
- KPK Periksa Wakil Katib PWNU Jakarta jadi Saksi Kasus Kuota Haji
- Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji 2026 yang Baik akan Diundang Lagi Tahun Depan
- Haji 2026, Sebanyak 1.458 Petugas Mulai Dilatih Layani Jemaah
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah mencatat sudah ada 34.518 orang jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan. Bahkan, jumlahnya sudah melampaui kuota yang telah ditentukan.
“Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mundur dan sebagainya,” jelas Fitriyanto, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah.
Fitriyanto melanjutkan bahwa pelaksanaan ibadah haji di Jawa Tengah bakal mengalami perubahan mulai tahun ini. Sebelumnya, jemaah haji asal Jawa Tengah mesti bergabung dengan jemaah haji dari DI Yogyakarta untuk melakukan transit di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali. Namun, mulai tahun ini, sebagian jemaah haji asal DI Yogyakarta akan diberangkatkan langsung dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
“Sekitar 81% jemaah akan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sedangkan sisanya atau sekitar 25 kloter akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA),” terang Fitriyanto.
Untuk embarkasi YIA, terangnya, fasilitas asrama haji akan memanfaatkan hotel yang telah disiapkan. Maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330, berkapasitas sekitar 360 penumpang.
Adapun jemaah haji dari Jawa Tengah dijadwalkan untuk berangkat pada April 2026 mendatang. "Dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi," jelas Fitriyanto.




