JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memuji prestasi dan kinerja jajarannya di sektor ekonomi dan pertanian.
Prabowo menyampaikan ini saat meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
"Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita. Tim pertanian kita. Membanggakan," tegas Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mencontohkan, beberapa pencapaian di sektor ekonomi khususnya pertanian selama dirinya menjabat Presiden RI.
Di awal menjabat Presiden RI, Prabowo memberikan target kepada jajarannya untuk swasembada beras dalam waktu 4 tahun.
Baca juga: Malam Ini, Prabowo Menginap di IKN Usai Hadiri 2 Peresmian di Kalimantan
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=subsidi pupuk, swasembada beras, kabinet merah putih, Prabowo&post-url=aHR0cHM6Ly9uYXNpb25hbC5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8xMi8yMTM1MDYyMS9wcmFib3dvLXB1amktcHJlc3Rhc2ktdGltLWVrb25vbWktZGFuLXBlcnRhbmlhbi1pbmRvbmVzaWEtaGFydXMtZGlha3Vp&q=Prabowo Puji Prestasi Tim Ekonomi dan Pertanian Indonesia: Harus Diakui, Membanggakan!§ion=Nasional' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `Ternyata, dalam setahun kepemimpinan Prabowo, Indonesia bisa swasembada beras.
"Setelah saya menerima mandat dari rakyat, saya dilantik tanggal 20 Oktober, saya beri target kepada tim saya untuk swasembada beras dalam waktu 4 tahun. Ternyata kita berhasil dalam 1 tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapa pun," papar Prabowo.
Menurutnya, hal ini merupakan kerja keras daripada jajaran Kabinet Merah Putih serta kementerian/lembaga terkait.
"Ini hasil kerja keras daripada tim kita, dari sinergi kabinet yang saya pimpin. Kementerian lembaga) bekerja sama semuanya," tuturnya.
Selain itu, ia juga mencontohkan keberhasilan pemerintah memangkas regulasi yang tidak masuk akal terkait pupuk.
Menurut Prabowo, kebijakan mengenai subsidi pupuk sangat sulit dirasakan petani karena terhalang panjangnya aturan birokrasi.
Baca juga: Prabowo Targetkan Indonesia Tak Lagi Impor Energi dalam 5 hingga 7 Tahun Lagi
Sebab, kebijakan mengenai subsidi pupuk harus mendapat persetujuan 11 kementerian/lembaga.
"Waktu itu ada 145 peraturan. 145 peraturan. Ada 11 K/L yang harus menyetujui, harus juga tanda tangan Gubernur dan Bupati. Jadi dari pabrik sampai ke petani mungkin dibutuhkan 13 tanda tangan. Bayangkan," ungkap Prabowo.
Pemerintah pun kemudian memangkas proses birokrasi yang begitu panjang agar manfaat kebijakan dapat dinikmati langsung oleh petani.
"Kita hilangkan itu semua. 145 peraturan kita hapus, dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan. Cukup satu tanda tangan, satu instruksi, kemudian pupuk itu langsung ke petani," ujar Prabowo.
"Dan petani tidak perlu pakai macam-macam, cukup kartu penduduk, cukup disetujui oleh kepala desa benar dia petani di sini," sambung Kepala Negara.
Di kesempatan ini, Prabowo menegaskan, Indonesia harus menjadi bangsa yang percaya diri.
Baca juga: Prabowo Ingin Indonesia Tiru Jepang-Korea: Tidak Punya Sumber Daya, tapi Nasionalismenya Kuat
Kepala Negara menekankan, di setiap bidang kehidupan, Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat, percaya diri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
"Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain. Kita tidak boleh," imbuhnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4214314/original/049594200_1667531813-011056000_1662971922-Bus_Transjakarta_Kembali_Beroperasi_24_Jam-merdeka-5.jpg)

