Viral Lubang di Gunung Jati Disebut Lorong ke Mekkah, Juru Kunci Buka Suara

insertlive.com
6 jam lalu
Cover Berita

Viral beberapa waktu lalu sebuah lubang kecil di kompleks Pemakaman Sunan Gunung Jati, yang dikelilingi pagar besi. Dalam video yang beredar di media sosial, lubang berbentuk persegi dengan diameter sekitar satu meter itu sebagai jalan menuju Mekkah, Arab Saudi yang dahulu digunakan oleh Sunan Gunung Jati.

Lubang tersebut sengaja diberi pagar besi agar tidak dimasuki oleh sembarang orang. Di dalam lubang tersebut juga terdapat tumpukan batu alam berukuran besar, serta taburan bunga.

Sontak saja para peziarah sangat antusias mendengar penjelasan dari pemandu soal sejarah lubang tersebut. Tak sedikit pula yang mengabadikan lokasi tersebut menggunakan ponsel mereka.

Menanggapi isu tersebut, Juru Kunci Komplek Pemakaman Sunan Gunung Jati, Cirebon, Nasirudin buka suara. Ia dengan tegas membantah klaim soal lubang tersebut merupakan jalan menuju Mekkah.

"Ini yang kemarin viral itu sebenarnya salah total. Cerita bahwa tempat itu tembus ke Mekkah, atau seperti lorong gaib, itu tidak benar," ujar Nasirudin, dilihat dari DetikTravel, Senin (12/1).

Kekeliruan informasi tersebut dikatakam Nasirudin dari penjelasan pemandu ziarah yang tidak berkompeten.

"Yang memviralkan itu seorang pemandu ziarah yang memang baru belajar. Karena itu saya mengimbau kepada para peziarah, carilah pemandu yang memang kompeten, petugas resmi kami yang memakai pakaian adat. Tanyakan langsung kepada juru kunci supaya sejarahnya tidak viral dalam arti salah," tuturnya.

Nasirudin juga buka suara soal istilah Puser Bumi yang dikaitkan dengan lubang tersebut. Nasirudin menjelaskan bahwa Puser Bumi merupakan titik nol dari perbukitan yang ada di Astana Gunung Jati, bukan lorong yang menuju ke Mekkah.

"Yang dinamakan Puser Bumi itu bukan pusat dunia. Itu hanya titik nol dari perbukitan yang ada di Astana Gunung Jati. Jadi bukan Puser Bumi yang isinya dunia, apalagi lorong ke Mekkah," jelasnya.

"Tidak benar bahwa Puser Bumi ini adalah lorong menuju Mekkah. Itu salah besar, karena Wali tidak mengajarkan seperti itu," lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Nasirudin juga menegaskan bahwa para Wali tidak pernah mengajarkan hal-hal di luar nalar manusia.

"Wali itu bersyariat. Hakikat, tarekat, dan makrifat itu urusan pribadi masing-masing. Tetapi Wali tidak mengajarkan sesuatu yang di luar akal manusia," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Jangan Malu Orang Tuamu Petani Miskin, Pemulung
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Memanas! Isu Ijazah Jokowi Lanjut, Roy Suryo CS-Eggi Sudjana "Pecah Kongsi"? | SAPA MALAM
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kanada Jajaki Investasi Energi Terbarukan dan Pariwisata di NTB
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Daftar Lengkap Pemenang Golden Disc Awards ke-40
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
BMKG Umumkan Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Seharian
• 15 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.