JAKARTA, DISWAY.ID-- Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Candra Sulistyo Reksoprodjo, menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta penguasaan teknis lapangan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.
Demikian disampaikan Candra saat memberikan pembekalan kepada 1.685 calon PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (12/1/2025).
Candra yang pernah menjabat Kepala Biro SDM KPK serta Satgas Khusus Pencegahan Korupsi Polri (2022–2023) menegaskan, petugas haji memegang peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan jemaah sekaligus representasi negara dalam penyelenggaraan ibadah haji.
BACA JUGA:Petugas Haji 2026 Jalani Simulasi Penanganan Darurat Kesehatan Jemaah
“Petugas haji bukan sekadar pendamping, tetapi penentu kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan jemaah. Mereka juga pelaksana kebijakan dan SOP negara di Tanah Suci,” ujar Candra dalam rangkaian acara Diklat PPIH Arab Saudi 2026 itu.
Dalam pembekalannya, Candra menguraikan empat peran utama petugas haji, yakni sebagai pelayan jemaah, pembina ibadah, pelindung keselamatan, serta penghubung koordinasi antarpetugas dan pemangku kepentingan.
Fungsi pelayanan menuntut petugas memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi secara ramah dan profesional.
Sementara fungsi pembinaan mencakup bimbingan ibadah serta menjaga ketertiban jemaah selama rangkaian haji.
Adapun fungsi perlindungan diarahkan pada keselamatan dan keamanan jemaah, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko tinggi.
BACA JUGA:Dirjen Bina Haji: Petugas Harus Putus Rantai 'Masalah Selesaikan Masalah' di Tanah Suci
Di sisi lain, fungsi koordinasi menempatkan petugas sebagai simpul komunikasi antara kloter, sektor, daker, hingga pihak Arab Saudi.
Candra juga mengingatkan bahwa tugas petugas haji tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga administratif dan moral.
Setiap petugas wajib menjalankan penugasan sesuai surat keputusan, mematuhi regulasi dan SOP, serta menyusun laporan pelaksanaan tugas secara akuntabel.
“Yang tidak kalah penting adalah tanggung jawab moral dan etika. Petugas harus menjunjung akhlak, tidak menyalahgunakan kewenangan, menghindari konflik kepentingan, dan menjadi teladan bagi jemaah,” tegasnya.
BACA JUGA:Gus Irfan Ungkap Babak Baru Haji Indonesia, Ramah Perempuan dan Profesionalisme Petugas
- 1
- 2
- »



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469566/original/065257500_1768130667-2.jpg)
