GROBOGAN, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko mengatakan, 113 korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di kabupaten tersebut.
Djatmiko menerangkan, 47 korban dirujuk ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, 29 dirujuk ke RSUD R Soedjati Purwodadi, 12 orang dirujuk ke Puskesmas Karangrayung 1, tujuh orang ke Puskesmas Kedungjati, dan tiga orang ke Puskesmas Gubug 1.
Rujukan lainnya masing-masing ke RS Permata Bunda satu orang, Puskesmas Toroh 1 satu orang, Puskesmas Klambu enam orang, Puskesmas Grobogan satu orang, serta Puskesmas Godong lima orang.
Baca Juga: Eksepsi Ditolak, Nadiem Makarim: Sedih, tapi Saya akan Selalu Menghormati Proses Hukum
"Tercatat pula dua pasien pulang atas permintaan sendiri dari RSUD Ki Ageng Getas Pendowo. Selain itu, dua pasien dari Puskesmas Toroh 1 dipindahkan ke RSUD Ki Ageng Getas Pendowo untuk penanganan lebih lanjut," kata Djatmiko, Senin (12/1).
Djatmiko menyatakan, mayoritas korban adalah siswa sekolah dasar hingga santri pesantren.
Mereka diduga keracunan usai menyantap MBG yang dipasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada Jumat (9/1).
Menurut Djatmiko, korban umumnya menunjukkan gejala mual hingga muntah.
Gejala mulai muncul setelah korban mengonsumsi MBG dengan menu nasi kuning lauk telur, abon, dan tempe orek.
"Total sementara ada 658 orang terdampak. Sebagian besar sudah ditangani, baik melalui rawat jalan maupun perawatan lanjutan," kata Djatmiko dikutip Antara.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- keracunan mbg
- keracunan mbg grobogan
- grobogan
- mbg keracunan
- makan bergizi gratis


