VIVA – Membahas area intim masih dianggap tabu di masyarakat. Bahkan, orang yang terlalu peduli pada kesehatan area intim kerap mendapat anggapan negatif. Padahal, dengan lebih peka dan memperhatikan kondisi area intim, kita bisa mencegah munculnya masalah kesehatan yang lebih serius.
Salah satu masalah pada area intim pria yang sering dirasakan dan jarang diperhatikan adalah pembengkakan di salah satu buah zakar atau dalam bahasa medisnya disebut varikokel. Lantas apa itu dan bahayakah?
Melansir laman Mens Health, Selasa 13 Januari 2026, varikokel adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena secara tidak normal di dalam skrotum. Sederhananya, kondisi ini mirip seperti varises, tetapi terjadi pada testis. Sekitar 10 hingga 15 persen pria mengalami varikokel, menurut perkiraan Ketua Departemen Urologi di Cleveland Clinic Florida, Dr. Lawrence Hakim.
Varikokel biasanya berkembang pada masa pertumbuhan pesat, misalnya saat pubertas. Kondisi ini diduga terjadi akibat gangguan pada katup pembuluh darah, sehingga darah tidak mengalir dengan baik dan akhirnya menumpuk di vena.
Sering kali varikokel baru terdeteksi di usia lebih dewasa, ketika ukurannya sudah cukup besar hingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau masalah kesuburan.
Berbahayakah Varikokel?
Jawabannya bisa jadi berbahaya. Penumpukan darah di area skrotum bisa berdampak buruk karena menyebabkan suhu testis meningkat. Dalam kondisi normal, testis berada beberapa derajat lebih dingin dibandingkan suhu tubuh, berkat sistem pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah keluar dari testis, jelas Dr. Hakim.
Namun, ketika vena melebar dan darah menumpuk, suhu di skrotum bisa naik satu hingga dua derajat. Sekilas terdengar sepele, tapi ini kabar buruk bagi produksi sperma.
Sebuah studi di Italia menemukan bahwa pria dengan varikokel memiliki jumlah sperma 41 persen lebih rendah dibandingkan pria tanpa kondisi tersebut. Selain itu, pergerakan sperma juga cenderung lebih lambat, sehingga peluang terjadinya kehamilan menjadi lebih kecil.
Gejala Varikokel
Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah Anda mengalami varikokel? Menuru ahli urologi asal California, Dr. Paul Turek, varikokel dibagi menjadi tiga tingkat keparahan, masing-masing dengan ciri berbeda.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2023%2F02%2F11%2F25fc6938-4d70-49fd-97fa-d8265fd83d7e.jpg)
