Cuaca Buruk di Labuan Bajo, Kapal Wisata Berhenti Beroperasi

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Hujan disertai angin kencang menerjang destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Demi keselamatan, aktivitas wisata menggunakan kapal laut untuk sementara dihentikan selama empat hari.

Informasi yang dihimpun Kompas menyebutkan, pada Selasa (13/1/2026), angin kencang disertai hujan deras menerjang Labuan Bajo. Dari video yang diterima, dahan hingga batang pohon di pinggiran jalan berayunan.

"Angin kencang sekali. Motor yang diparkir sampai goyang," kata Ferdy (25), warga setempat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Labuan Bajo Stephanus Rudiyanto mengatakan, larangan berlayar itu berlaku untuk kapal wisata maupun speedboat. Larangan berlaku hingga 15 Januari atau sampai kondisi cuaca membaik.

Oleh karena itu, para nakhoda diingatkan agar mengatur tempat labuh kapal serta tempat perlindungan dari gelombang tinggi dan arus kencang. Nakhoda juga diingatkan menghubungi syahbandar atau tim SAR juga kondisi cuaca kian memburuk.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot'ek mengatakan, cuaca buruk terjadi di hampir semua wilayah NTT. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dalam durasi singkat.

Menurutnya, saat ini, tengah menguat Monsun Asia sehingga meningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah NTT. Secara klimatologi, angin Monsun Asia bertiup dari Asia ke Australia mulai Oktober hingga April.

Selain itu, terpantau juga pusat tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat dan di utara Australia. Ini menyebabkan terjadi belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya hujan di NTT.

"Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Ini dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," kata Sti.

Serial Artikel

Tragedi Pelatih Valencia di Labuan Bajo, Liburan Keluarga yang Berujung Duka

Liburan Martin Carreras Fernando bersama keluarga di Labuan Bajo berujung duka. Pelatih tim putri klub Valencia itu dan tiga anaknya hilang dalam kecelakaan kapal.

Baca Artikel
Kecelakaan kapal wisata 

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, penyidik masih mendalami kasus tenggelam kapal wisata KLM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo. Setelah dua tersangka, kata dia, ada kemungkinan penambahan tersangka baru.

"Penyidik masih terus mendalami siapa-siapa yang bertanggung jawab," ujar Henry.

Syahbandar dan pemilik kapal juga diperiksa penyidik. Sejauh ini, tersangka adalah L sebagai nakhoda dan M selaku kepala kamar mesin.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu bermula setelah 30 menit berlayar dari Pulau Kalong, Jumat (26/12/2025) tepatnya pukul 20.30 Wita, kapal mengalami mati mesin.

Cuaca buruk membuat kapal terombang-ambing lalu tenggelam. Kapal itu menenggelamkan suami istri asal Spanyol, Martin Carreras Fernando-Ortuno Andrea, bersama empat anak.

Ortuno Andrea dan anaknya Mar Martinez ditemukan selamat. Namun, Fernando, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martin Garcia Mateo ditemukan tewas. Anak lainnya, Martines Enriquejavier, masih dinyatakan hilang.

Serial Artikel

Mengapa Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo Terus Berulang?

Keselamatan wisatawan harus jadi prioritas. Kecelakaan berulang dapat mencoreng nama destinasi superprioritas.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Kuba Tegaskan Tetap Buka Pintu Dialog Setara dengan AS
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apa itu Fitsula Ani? Kenali Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya
• 10 jam laluinsertlive.com
thumb
AHY Dorong Pengembangan Smart City Berkelanjutan 
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi 7 Pekan, Kekhawatiran Ekspor Iran Menguat
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Manfaat konsumsi kunyit bagi kesehatan
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.