Solo (ANTARA) - Pelatih tim para angkat berat Indonesia Koni Ruswanto mengatakan ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025 menjadi momentum para atlet dalam mengejar peluang tampil pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 pada 18-24 Oktober.
Menurut dia, berprestasi selama APG 2026, akan membuka jalan untuk tampil di Jepang, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan atlet dalam bersaing di level internasional.
"Untuk mengikuti APG Thailand 2025 pada 20-26 Januari, tim para angkat berat membawa 15 atlet yang terdiri atas sembilan atlet putri dan enam atlet putera," kata Koni di sela latihan tim, di Solo, Senin.
Dia mengatakan hasil atau peringkat di Thailand, akan mempengaruhi peluang atlet untuk tampil di Aichi-Nagoya.
Indonesia akan mengikuti 15 nomor pertandingan di Negeri Gajah Putih nanti.
Baca juga: Tertua di tim, Tatok ingin terus berprestasi untuk Indonesia di APG
Pelatih tim para angkat berat Indonesia Koni Ruswanto menjawab pertanyaan wartawan di sela latihan untuk persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). ANTARA/Denik Apriyani
Indonesia juga melakukan proses regenerasi dengan membawa tiga atlet debutan internasional yang salah satunya masih berusia 15 tahun.
Atlet-atlet muda itu merupakan hasil pembinaan berjenjang melalui program penjaringan atlet muda oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
Persiapan teknis tim telah memasuki tahap akhir. Program latihan difokuskan pada pemantapan teknik, mengingat waktu menjelang keberangkatan tersisa beberapa hari.
Menurut Koni, Indonesia menargetkan delapan medali emas dari angkat berat.
Baca juga: Sella korbankan waktu bersama anak demi Indonesia di APG Thailand 2025
Menurut dia, berprestasi selama APG 2026, akan membuka jalan untuk tampil di Jepang, sekaligus menjadi tolok ukur kesiapan atlet dalam bersaing di level internasional.
"Untuk mengikuti APG Thailand 2025 pada 20-26 Januari, tim para angkat berat membawa 15 atlet yang terdiri atas sembilan atlet putri dan enam atlet putera," kata Koni di sela latihan tim, di Solo, Senin.
Dia mengatakan hasil atau peringkat di Thailand, akan mempengaruhi peluang atlet untuk tampil di Aichi-Nagoya.
Indonesia akan mengikuti 15 nomor pertandingan di Negeri Gajah Putih nanti.
Baca juga: Tertua di tim, Tatok ingin terus berprestasi untuk Indonesia di APG
Pelatih tim para angkat berat Indonesia Koni Ruswanto menjawab pertanyaan wartawan di sela latihan untuk persiapan menghadapi ASEAN Para Games Thailand 2025, Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). ANTARA/Denik Apriyani
Indonesia juga melakukan proses regenerasi dengan membawa tiga atlet debutan internasional yang salah satunya masih berusia 15 tahun.
Atlet-atlet muda itu merupakan hasil pembinaan berjenjang melalui program penjaringan atlet muda oleh National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
Persiapan teknis tim telah memasuki tahap akhir. Program latihan difokuskan pada pemantapan teknik, mengingat waktu menjelang keberangkatan tersisa beberapa hari.
Menurut Koni, Indonesia menargetkan delapan medali emas dari angkat berat.
Baca juga: Sella korbankan waktu bersama anak demi Indonesia di APG Thailand 2025



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315861/original/016856500_1755174118-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__55_of_75_.jpg)
