Real Madrid Gagal Juara, Xabi Alonso Minta Pemain Segera Bangkit

eranasional.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengaku mengambil banyak pelajaran berharga dari kekalahan timnya atas Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026. Dalam laga El Clasico yang berlangsung sengit di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (13/1/2026) dini hari WIB, Los Blancos harus mengakui keunggulan rival abadinya dengan skor tipis 2-3.

Hasil tersebut membuat Real Madrid gagal menambah koleksi trofi Piala Super Spanyol mereka. Meski kecewa, Alonso menegaskan bahwa kekalahan ini tidak boleh berlarut-larut dan justru harus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi sisa musim yang masih panjang.

“Kami jelas tidak senang dengan hasil ini, tetapi kami harus mengambil hal-hal positif. Musim masih panjang dan kami harus kembali ke jalur kemenangan secepat mungkin,” ujar Alonso, dikutip dari laman resmi Real Madrid.

Xabi Alonso meminta para pemainnya untuk segera melupakan kegagalan di Piala Super Spanyol begitu kembali ke Madrid. Ia menilai, terlalu lama terjebak dalam kekecewaan hanya akan mengganggu fokus tim menghadapi jadwal padat ke depan.

Real Madrid dijadwalkan menghadapi Albacete pada babak 16 besar Copa del Rey atau Piala Raja musim 2025/2026, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Alonso ingin anak asuhnya tampil lebih tajam dan efektif, terutama dalam memanfaatkan peluang.

“Saya ingin para pemain fokus ke pertandingan berikutnya. Kami tidak boleh mengulang kesalahan yang sama, terutama dalam hal penyelesaian akhir,” tegasnya.

Dalam analisisnya, Alonso menilai Real Madrid sejatinya mampu bersaing dan memberikan perlawanan hingga menit akhir. Namun, kurangnya ketajaman di momen krusial membuat peluang untuk menyamakan skor terbuang.

“Kami bertarung sampai akhir dan sangat dekat dengan hasil imbang, terutama dari dua peluang terakhir. Perasaan saya campur aduk. Kecewa karena gagal juara, tetapi saya juga bangga karena para pemain berjuang sejak menit pertama,” tutur mantan gelandang timnas Spanyol tersebut.

Menurut Alonso, detail kecil dalam pertandingan besar seperti El Clasico sering kali menjadi pembeda antara menang dan kalah. Ia menilai Barcelona tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang ada.

Dalam laga tersebut, Alonso juga memberikan penilaian khusus terhadap performa Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Vinicius dinilai tampil agresif dan konsisten merepotkan lini pertahanan Barcelona sepanjang babak pertama.

Usaha Vinicius akhirnya berbuah gol pada menit ke-45+2, yang membuat Real Madrid tetap berada dalam persaingan ketat hingga turun minum.

“Vinicius bermain sangat baik. Dia terus menekan pertahanan lawan dan golnya sangat penting bagi kami,” ujar Alonso.

Sementara itu, Kylian Mbappe belum tampil sebagai starter karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya sejak akhir Desember 2025. Alonso memasukkan Mbappe dari bangku cadangan dengan tujuan memberikan dampak instan di sisa laga.

“Kami ingin Mbappe mengancam lini belakang lawan dan bermain di antara ruang. Kami menurunkannya sekitar 15 menit sebelum laga berakhir karena kondisinya belum memungkinkan untuk bermain dengan intensitas tinggi sejak awal,” jelas Alonso.

Kekalahan ini membuat Real Madrid gagal meraih trofi Piala Super Spanyol ke-14 mereka. Hingga kini, Los Blancos masih mengoleksi 13 gelar, dengan titel terakhir diraih pada edisi 2024.

Sebaliknya, kemenangan atas Real Madrid memastikan Barcelona membawa pulang trofi Piala Super Spanyol ke-16 sepanjang sejarah klub. Hasil ini semakin menegaskan dominasi Blaugrana dalam beberapa edisi terakhir turnamen tersebut.

Edisi 2026 menandai penyelenggaraan keenam Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi sejak format baru diterapkan pada 2020. Turnamen ini menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang antara Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan otoritas olahraga Arab Saudi.

Selama turnamen ini digelar di Arab Saudi, Real Madrid dan Barcelona menjadi dua klub paling dominan. Real Madrid meraih gelar pada 2020, 2022, dan 2024, sementara Barcelona juara pada 2023, 2025, dan 2026. Satu gelar lainnya diraih Athletic Club pada 2021.

Meski gagal meraih trofi pertama di bawah kepemimpinannya, Xabi Alonso menegaskan bahwa target Real Madrid musim ini tetap besar. Ia ingin timnya bersaing di semua kompetisi dan menjadikan kekalahan dari Barcelona sebagai pemicu untuk tampil lebih solid.

“Kami harus belajar dari pertandingan seperti ini. Detail kecil harus diperbaiki jika ingin memenangkan trofi. Saya percaya tim ini punya kualitas untuk bangkit,” pungkas Alonso.

Dengan jadwal padat dan persaingan ketat di La Liga, Copa del Rey, serta Liga Champions, Real Madrid dituntut segera bangkit agar tidak tertinggal dalam perburuan gelar musim 2025/2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Respons Cepat Pemkab Takalar, Kadis Sosial Serahkan Bantuan ke Korban Terdampak Bencana
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Update Banjir Jakarta: 22 RT Terendam, Ketinggian Air 35 Cm
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Pidato Megawati di Rakernas: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pertamina Bakal Gandeng Swasta untuk Garap Kilang RDMP Dumai
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.