Dedi Mulyadi Sentil Bupati Sukabumi Soal Bantuan Bencana, Sang Gubernur Jabar: Usulan Salah Alamat

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyentil Bupati Sukabumi soal bantuan bencana yang belum kunjung cair. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi melakukan kesalahan administratif hingga menyebabkan dana tak kunjung cair.

Dedi Mulyadi mengatakan Bupati Sukabumi justru mengajukan dana kompensasi untuk sekitar 500 rumah terdampak ke BNPB bukan ke Pemrov Jawa Barat. Adapun ratusan rumah itu merupakan rumah warga Sukabumi yang rusak setelah beberapa kali terkena bencana dari mulai banjir hingga longsor.

"Itu saya sudah cek data. Bahwa pemerintah Kabupaten Sukabumi usulan terhadap 500 rumah yang terdampak bencana tahun 2024 bulan Desember, itu diusulkannya ke BNPB, bukan diusulkan ke provinsi," ujar Dedi Mulyadi sentil Bupati Sukabumi soal bantuan bencana dilansir Kompas.com pada Minggu (12/01/2026).

Dedi menyebut dalam struktur kewenangan daerah, penanganan bencana yang berdampak luas di wilayah kabupaten seharusnya terlebih dahulu dilaporkan dan diusulkan kepada pemerintah provinsi. Termasuk penanganan bencana yang terjadi di Babakan Cisarua, Kabupaten Sukabumi yang hingga kini penanganannya dinilai belum optimal.

Selain itu, Dedi juga tak ingin masalah itu berlarut-larut. Ia pun langsung meminta Bupati Sukabumi untuk mengajukan usulan ke provinsi.

"Hari ini saya akan meminta Bupati Kabupaten Sukabumi untuk mengajukan usulan ke provinsi."

"Jadi, di Jawa Barat ini, kalau berbagai hal, pasti larinya ke gubernur," ujarnya.

"Kita akan segera selesaikan masalah itu, agar kita ada tindak lanjut terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor Desember 2024," tutur Dedi.

Tak hanya menyentil soal administrasi, Dedi Mulyadi juga mengkritik kondisi lingkungan di Kabupaten Sukabumi. Ia melabeli wilayah tersebut sebagai kabupaten yang problematik akibat kerusakan alam yang masif.

"Di sana banyak sekali titik penambangan, baik legal maupun ilegal. Terjadi banyak alih fungsi lahan dan menyusutnya area hutan hijau," ungkapnya dilansir TribunJabar.id.

 

Gubernur Jawa Barat tersebut juga menyoroti fakta soal Kabupaten Sukabumi sebagai pemilik kawasan kebun sawit terluas di Jawa Barat. Menurutnya, keuntungan ekonomi dari sektor tersebut tak sebanding dengan dampak kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.

"Kebun sawit terbesar di Jabar ada di Sukabumi."

"Dampaknya, jalan-jalan hancur karena mobil tonase tinggi lalu lalang setiap hari."

"Jika ini dibiarkan, problem bencana dan kerusakan akan terus terjadi," pungkas Dedi Mulyadi sentil Bupati Sukabumi soal bantuan bencana.

Berdasarkan data rilis resmi tahun 2024, Kabupaten Sukabumi mencatatkan angka produksi paling fantastis dengan total mencapai 99.448 ton sepanjang tahun 2024. Angka ini menempatkan Sukabumi sebagai wilayah dengan produktivitas tertinggi di Jawa Barat.

Angka ini juga mengukuhkan Sukabumi sebagai tulang punggung utama ekonomi daerah dari sektor perkebunan sawit.

Dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, tercatat hanya 6 wilayah yang menghasilkan sawit. Dalam data 2024 itu, hanya 6 daerah yang memiliki angka produksi.

Peringkat Penghasil Sawit di Jawa Barat Tahun 2024:

Kabupaten Sukabumi: 99.448 TonKabupaten Bogor: 53.471 TonKabupaten Garut: 25.697 Ton Kabupaten Cianjur: 20.043 Ton Kabupaten Tasikmalaya: 68 Ton Kabupaten Banjar: 8 Ton

(*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Membangun Generasi Emas Lewat Kolaborasi Berkelanjutan, Program Keluarga SIGAP Perkuat Peran Desa dan Layanan Kesehatan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Jenis Diet Terbaik untuk Umur Panjang Menurut Ahli
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Airnav Alihkan Pendaratan 16 Pesawat di Bandara Soetta Imbas Cuaca Buruk
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Survei Litbang Kompas: Hanya 5,6 Persen Warga Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri PPPA Dorong Penguatan Pengawasan Anak dan Keselamatan Lingkungan
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.