TEHERAN, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, pihaknya siap menghadapi agresi dari pihak luar di tengah kerusuhan yang melanda negara Asia Barat Daya tersebut.
Demonstrasi akibat krisis ekonomi dua pekan lalu berubah menjadi kerusuhan berskala besar di Iran.
Kelompok aktivis yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyatakan kerusuhan di Iran telah memakan korban mencapai 544 tewas, termasuk 468 demonstran dan 48 petugas keamanan.
Baca Juga: Kata Presiden Iran soal Demonstrasi Anti-Pemerintah, Sebut Unjuk Rasa Hak Rakyat tapi Tidak Perusuh
Presiden AS Donald Trump mengancam bisa meluncurkan operasi militer ke Iran saat kerusuhan.
Trump menyatakan Washington siap berdialog, tetapi tidak ragu meluncurkan intervensi militer.
Menanggapi ancaman Washington, Abbas Araghchi meengaskan Iran siap melawan segala bentuk agresi.
Hal tersebut disampaikan Araghchi saat bertemu diplomat asing di Teheran, Senin (12/1/2026).
"Iran tidak menginginkan perang, tetapi siap melawan setiap agresi. Dan kesiapan kami lebih tinggi dari sebelumnya," kata Abbas Argahchi dikutip TASS.
Araghchi menekankan Teheran tidak berniat meluncurkan serangan pendahuluan terhadap pihak mana pun, termasuk AS dan Israel.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- demonstrasi iran
- kerusuhan iran
- iran diancam as
- menlu iran
- abbas araghchi




