Saham RMKE Diprediksi Terbang ke Rp10 Ribu, Intip Profil dan Sosok Pemiliknya

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Optimisme terhadap saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) kian menguat. Sinarmas Sekuritas kembali mempertahankan rekomendasi buy (beli) sekaligus menaikkan target harga RMKE menjadi Rp10.000 per saham. Kenaikan target ini mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek pertumbuhan perseroan dalam jangka menengah hingga panjang.

Dalam riset terbarunya, analis menilai fundamental RMKE berada di jalur ekspansi agresif. Posisi perseroan sebagai pemilik ekosistem logistik batu bara terintegrasi paling dominan di Sumatera Selatan menjadi fondasi utama optimisme tersebut.

Integrasi rantai pasok RMKE, mulai dari bongkar muat di Stasiun Simpang, pemanfaatan hauling road eksklusif, hingga pemuatan ke tongkang di Pelabuhan Musi 2, dipandang sebagai keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi pemain lain.

Sorotan penting lainnya datang dari efisiensi belanja modal (capex). Stasiun Simpang milik RMKE saat ini memiliki kapasitas terpasang hingga 30 juta ton per tahun. Namun, sepanjang 2025 utilisasinya baru sekitar 30% atau 9 juta ton. Artinya, masih terbuka ruang pertumbuhan volume yang sangat besar tanpa harus menggelontorkan investasi besar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Utilisasi Masih 30%, Begini Rekomendasi Sinarmas Sekuritas Saham RMKE

Sinarmas Sekuritas juga mencatat saham RMKE sudah mencatatkan rally 100% sejak inisiasi awal. Revisi target harga menjadi Rp10.000 pun dipicu oleh realisasi volume bongkaran yang lebih tinggi dari ekspektasi, sejalan dengan target manajemen yang membidik volume hingga 15 juta ton pada 2026. Bahkan, RMKE dinilai berada di jalur strategis untuk menembus tonggak 20 juta ton pada 2027.

Momentum ini semakin diperkuat oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang transportasi batu bara melalui jalan umum. Kebijakan tersebut secara struktural mengalihkan arus logistik ke jalur rel dan pelabuhan, segmen yang menjadi kekuatan utama RMKE.

Dengan visibilitas volume yang solid, operating leverage berkelanjutan, serta dukungan regulasi yang kondusif, Sinarmas Sekuritas menilai tren kenaikan harga saham RMKE masih akan berlanjut.

Pergerakan harga sahamnya pun mencerminkan sentimen positif tersebut. Pada awal pekan ini, saham RMKE ditutup melonjak 17,10% ke level Rp7.875, dengan kenaikan 34,62% dalam sepekan dan melesat 79,79% dalam sebulan terakhir.

Profil RMK Energy

PT RMK Energy Tbk didirikan pada Juni 2009 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021. Sejak awal, perusahaan membangun reputasi sebagai penyedia layanan logistik batubara yang andal bagi perusahaan batubara dari berbagai skala di Sumatera Selatan.

Pada 2010, perseroan memutuskan untuk memusatkan operasinya di Palembang, Sumatera Selatan, setelah melihat bahwa wilayah ini memiliki cadangan batubara terbesar di Indonesia. 

Dengan ketersediaan sumber daya yang melimpah, pengembangan infrastruktur menjadi langkah krusial untuk menjamin kesinambungan pasokan. Peluang logistik pun terbuka lebar, seiring keyakinan bahwa ketika transportasi berkembang, wilayah ini siap menjadi pusat produksi batubara berikutnya di Indonesia.

Hingga kini, RMK Energy tercatat sebagai penyedia logistik batubara terbesar di Sumatera Selatan. Perseroan menyediakan layanan logistik terintegrasi melalui jalur kereta api dari daerah penghasil batubara di Lahat dan Muara Enim, bersinergi dengan PT KAI (Persero).

Selain mengoptimalkan infrastruktur logistik, RMKE juga menjalankan bisnis perdagangan batubara guna meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat laba bersih. Aktivitas perdagangan ini dijalankan melalui salah satu anak usaha, yaitu PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN).

Baca Juga: Infrastruktur Logistik Dongkrak Kinerja Saham RMKE

Pemilik RMK Energy

Pendiri sekaligus pemegang saham utama dan pengendali RMKE adalah Tony Saputra. Saat ini, Tony menjabat sebagai Komisaris Utama PT RMK Energy Tbk, posisi yang diembannya sejak Desember 2023. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Atmajaya.

Tony Saputra juga dikenal sebagai ayah dari Vincent Saputra dan William Saputra, yang keduanya menjabat sebagai direktur di dalam perseroan, menandai kesinambungan kepemimpinan keluarga dalam pengelolaan perusahaan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Elite Demokrat Singgung Ijazah Palsu, PSI Ungkit Jasa Jokowi Angkat AHY Menteri
• 12 jam lalufajar.co.id
thumb
Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Digeledah KPK
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Warga di Kabupaten Kudus Mulai Mengungsi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga Tak Khawatir Ancaman Tarif Trump terkait Iran, Transaksi RI Kecil
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Satpam Pemkot Cimahi Jadi Tersangka Kasus Narkoba
• 23 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.