Induk Google Sentuh Valuasi Rp 67 Ribu T, Kepercayaan Investor Melonjak Imbas AI

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Alphabet Inc. sempat menyentuh kapitalisasi pasar US$4 triliun atau setara Rp 67.430 triliun (kurs Rp16.860 per US$) pada perdagangan Senin waktu setempat. Kenaikan valuasi ini terjadi seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap strategi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) induk Google tersebut.

Kepercayaan pasar disebut menguat seiring pengumuman bahwa generasi terbaru model AI Apple akan berbasis pada teknologi Gemini milik Google. Kerja sama ini disebut sebagai perjanjian multi-tahun dan menjadi sinyal bahwa Gemini mulai diadopsi oleh pemain teknologi terbesar dunia.

Saham Alphabet kelas A (GOOGL) sempat naik hingga 1,7% ke level tertinggi sepanjang masa di US$334,04, sebelum akhirnya memangkas penguatannya. Pekan lalu, Alphabet juga melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019, menjadikannya perusahaan paling bernilai kedua di dunia.

Sepanjang 2025, saham Alphabet tercatat melonjak sekitar 65%, mengungguli kinerja saham-saham lain dalam kelompok perusahaan teknologi besar Wall Street yang dikenal sebagai Magnificent Seven.

CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, Phil Blancato menilai inovasi menjadi pembeda utama Alphabet dibandingkan perusahaan teknologi lain, sesuatu yang kini tercermin jelas dalam kinerja keuangan.

“Dari saham-saham Magnificent Seven, Alphabet adalah nama yang paling mengejutkan kami dalam 12 bulan terakhir. Mereka mulai menembus model bisnis tradisionalnya,” kata dia, dikutip dari Reuters (12/1). 

Laporan Reuters juga sebelumnya menyebut Samsung Electronics berencana menggandakan jumlah perangkat seluler berfitur AI berbasis Gemini pada tahun ini. Selain itu, model terbaru Gemini 3 dilaporkan mendapat respons positif dari pasar.

Model terbaru Gemini 3 juga mendapat respons positif dari pasar dan pengamat teknologi. Hal ini menambah tekanan bagi OpenAI, terutama setelah peluncuran GPT-5 dinilai kurang memenuhi ekspektasi sebagian pengguna.

Pertumbuhan Alphabet turut ditopang oleh kinerja Google Cloud. Pendapatan unit tersebut naik 34% pada kuartal ketiga, sementara nilai kontrak yang belum diakui sebagai pendapatan mencapai US$155 miliar. Alphabet juga mulai menyewakan chip AI buatannya kepada pihak eksternal, yang sebelumnya hanya digunakan secara internal.

The Information juga melaporkan Meta Platforms tengah menjajaki pembelian chip AI Alphabet senilai miliaran dolar untuk digunakan di pusat data mulai 2027.

Sementara itu, bisnis periklanan Alphabet relatif stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global dan persaingan industri. Saham Alphabet juga mendapat dukungan setelah pengadilan AS pada September lalu menolak upaya pemecahan perusahaan, sehingga Alphabet tetap mempertahankan kendali atas Chrome dan sistem operasi Android.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Percepatan Pemulihan Layanan Adminduk: Dukcapil Terjun Lagi Menyalurkan Sarpras ke Aceh
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Pilkada Lewat DPRD Disebut Jalan Menuju Orde Baru, Mahasiswa Makassar: Ini Pengkhianatan
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Tim pengarah satgas bencana gelar rapat perdana, siapkan sejumlah hal
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
DJP Buka Suara soal Kantornya Digeledah KPK, Siap Kooperatif Ungkap Kasus Suap Pajak
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.