JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan perdana ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026, sejak resmi dilantik.
Menurut pernyataan Sekretariat Presiden, peninjauan ini bertujuan melihat langsung progres pembangunan, serta kesiapan infrastruktur yang tengah dikembangkan.
Presiden Prabowo tiba di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin sore, 12 Januari 2026.
BACA JUGA:Update Banjir Tol Sedyatmo Pagi Ini, Debit Air Masih Tinggi
BACA JUGA:Kementerian PU Normalisasi Sungai Krueng Tiro Pascabencana, Sejumlah Alat Berat Dikerahkan
Kepala Negara mendarat di helipad Istana Negara IKN sekitar pukul 18.45 WITA, dan disambut oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono beserta jajaran terkait.
Presiden pun bermalam di IKN sebelum melakukan peninjauan ke sejumlah titik strategis keesokan harinya.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini antara lain Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.
Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan IKN berjalan modern, hijau, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi simbol transformasi Indonesia ke depan.
BACA JUGA:5 Jurusan Teknik yang Gampang Dapat Kerja Setelah Lulus, Persiapan SNPMB 2026
BACA JUGA:Berkat Aplikasi Jemput Sekolah Pakai GPS, Siswa Mentari Intercultural School Jakarta Berjaya di IPITEx Bangkok 2026
Sebagai catatan, kunjungan terakhir Presiden Prabowo ke IKN terjadi saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2024, beberapa bulan sebelum resmi dilantik sebagai Presiden.
IKN direncanakan menjadi pusat pemerintahan Indonesia pada 2028, mencakup seluruh unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Saat ini, pembangunan fasilitas eksekutif seperti istana dan perkantoran kementerian telah rampung, sementara kelengkapan lainnya masih dalam tahap pengembangan.





