Grid.ID - Xabi Alonso resmi meninggalkan Real Madrid setelah kegagalan Los Blancos, julukan si putih Real Madrid meraih gelar juara Piala Super Spanyol. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah Real Madrid kalah dari Barcelona pada laga final yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City di Jeddah, Arab Saudi, Senin (12/01/2026).
Kekalahan tersebut menjadi titik akhir perjalanan singkat Xabi Alonso sebagai pelatih kepala Real Madrid. Manajemen klub menilai hasil tersebut tidak sejalan dengan target dan standar tinggi yang selama ini dipegang oleh klub ibu kota Spanyol itu.
Xabi Alonso sebenarnya baru melatih Real Madrid dalam waktu yang relatif singkat. Ia datang dengan reputasi mentereng usai mencatatkan kesuksesan bersama Bayer Leverkusen, yang membuat ekspektasi publik Santiago Bernabéu langsung melambung tinggi.
Namun, tekanan besar justru menjadi tantangan tersendiri bagi Alonso. Performa tim yang dinilai belum stabil di sejumlah laga penting membuat posisinya terus berada dalam sorotan, terutama ketika Real Madrid gagal tampil dominan di partai krusial.
Piala Super Spanyol menjadi momentum penentuan. Meski Real Madrid sempat memberikan perlawanan, kekalahan dari rival abadi Barcelona dianggap sebagai kegagalan yang sulit ditoleransi oleh manajemen klub.
Setelah pertandingan final, keputusan pun diambil. Xabi Alonso dipastikan tidak lagi melanjutkan perannya sebagai pelatih Real Madrid, meski kontraknya sejatinya masih berlaku lebih lama.
Kepergian Alonso meninggalkan beragam reaksi, termasuk dari para pemain. Salah satu yang menyuarakan perasaannya adalah Kylian Mbappé, yang baru bergabung dengan Real Madrid musim ini.
Melalui pernyataannya, Mbappé menyampaikan rasa terima kasih kepada Xabi Alonso. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan sang pelatih serta pendekatan sepak bola yang dinilainya jelas dan penuh visi.
"Terima kasih sudah memberikanku kepercayaan sejak hari pertama," tulis Mbappé.
Mbappé menilai Xabi Alonso sebagai sosok pelatih yang memiliki pemahaman mendalam tentang permainan. Menurutnya, Alonso juga memberi ruang bagi pemain untuk berkembang dan mengekspresikan kemampuan terbaik di lapangan.
Meski masa kerja Alonso terbilang singkat, Mbappé menegaskan bahwa pengalaman bekerja di bawah asuhan mantan gelandang Real Madrid itu tetap meninggalkan kesan positif.
Di sisi lain, manajemen Real Madrid bergerak cepat dengan menunjuk sosok pengganti. Klub memilih figur lama yang dinilai memahami kultur dan nilai-nilai internal Real Madrid.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas tim di tengah musim yang masih panjang. Real Madrid masih harus bersaing di berbagai kompetisi domestik maupun Eropa.
Keputusan berpisah dengan Xabi Alonso juga menunjukkan betapa tinggi tuntutan di Real Madrid. Status legenda klub sebagai pemain tidak otomatis menjamin kesabaran manajemen ketika hasil tidak sesuai harapan.
Bagi Xabi Alonso, perpisahan ini menjadi episode pahit dalam karier kepelatihannya. Meski begitu, namanya tetap dipandang sebagai salah satu pelatih muda potensial di sepak bola Eropa.
Sementara itu, Real Madrid kini menatap fase baru dengan harapan dapat kembali ke jalur kemenangan. Kepergian Xabi Alonso menjadi pengingat bahwa di klub sebesar Real Madrid, hasil akhir selalu menjadi penentu utama. (*)
Artikel Asli



