Memasuki tahun 2026, dunia kecantikan bergerak ke arah yang semakin matang dan berbasis ilmu pengetahuan. Para dokter kulit memprediksi bahwa tren skincare ke depan akan semakin mengedepankan teknologi dermatologi, bahan yang selaras dengan kulit, serta pendekatan yang lebih sadar dan personal.
Tren skincare 2026 akan berfokus pada perawatan yang bekerja dari dalam, minim risiko, dan memberikan hasil bertahap namun berkelanjutan. Mulai dari teknologi radiofrekuensi monopolar, filosofi skin minimalism, hingga inovasi slow-release skincare, berikut 5 tren skincare 2026 menurut dokter kulit sebagaimana telah dilansir dari Glamour dan Refinery29.
1. Radiofrekuensi MonopolarRadiofrekuensi monopolar diprediksi jadi tren skincare 2026 untuk merangsang kolagen/Foto: Freepik.com/serhii_bobyk
Radiofrekuensi monopolar diprediksi menjadi salah satu tren skincare 2026 yang paling menonjol di dunia dermatologi estetika. Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan energi panas ke lapisan dermis terdalam untuk merangsang produksi kolagen dan elastin.
Berbeda dengan perawatan topikal, radiofrekuensi monopolar menargetkan struktur kulit dari dalam tanpa melukai permukaan kulit. Menurut Dendy Engelman, MD, dokter spesialis kulit kosmetik dan ahli bedah bersertifikasi, radiofrekuensi monopolar menjadi pilihan populer karena kemampuannya memberikan hasil nyata tanpa downtime panjang.
Ia menilai teknologi ini efektif untuk mengencangkan kulit, memperbaiki tekstur, dan mengurangi tanda penuaan dini secara bertahap. Pendekatan non-invasif ini sejalan dengan tren 2026 yang mengutamakan keamanan dan hasil alami. Selain minim downtime, radiofrekuensi monopolar juga dinilai fleksibel untuk berbagai usia dan kondisi kulit.




