Rupiah Masih Tak Sanggup Lawan Kedigdayaan Dolar AS Pagi Ini

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 13 Januari 2026, rupiah hingga pukul 09.54 WIB berada di level Rp16.869,5 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 15 poin atau setara 0,09 persen dari Rp16.854,5 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.848 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali melemah.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.850 per USD hingga Rp16.890 per USD," jelas Ibrahim.
  Baca juga: Rupiah Tembus Rp16.855/USD, Investor Global Pilih Aset Aman   Pasar pantau gejolak di Iran
Ibrahim mengungkapkan, kurs rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen pasar yang tengah memantau peningkatan gejolak di Iran, di mana kerusuhan yang terkait dengan protes anti-pemerintah telah menewaskan lebih dari 500 orang.

Ketegangan meningkat setelah Teheran memperingatkan mereka dapat menargetkan pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump campur tangan atas nama para pengunjuk rasa, meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Selain itu, ketidakpastian politik di Washington setelah Departemen Kehakiman AS mengancam Federal Reserve dengan kemungkinan dakwaan pidana. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral telah menerima panggilan pengadilan dari dewan juri terkait kesaksiannya di Senat, sebuah langkah yang telah mengguncang pasar dan menghidupkan kembali kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Data ekonomi juga memainkan peran kunci dalam mengangkat harga emas batangan. Pada Jumat, data Pemerintah AS menunjukkan peningkatan lapangan kerja non-pertanian sebesar 50 ribu pekerjaan pada Desember, meleset dari ekspektasi kenaikan 66 ribu, sementara tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4 persen, di bawah perkiraan 4,5 persen.

"Data pekerjaan yang lebih lemah memperkuat tanda-tanda pendinginan pasar tenaga kerja dan memperkuat spekulasi Federal Reserve mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut pada 2026," papar Ibrahim.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
  Penjualan eceran meningkat
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran tumbuh sebesar 1,5 persen (mtm) pada November 2025 atau menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka itu lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 0,6 persen (mtm).

Perkembangan itu tercermin dari hasil survei penjualan eceran (SPE). Mayoritas kelompok tercatat alami peningkatan penjualan, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi (5,5 persen mtm), Suku Cadang dan Aksesori (4,2 persen mtm), Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (2,8 persen mtm), serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (1,2 persen mtm). 

Sementara secara tahunan (year on year), penjualan eceran mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen, lebih tinggi dibandingkan 4,3 persen (yoy) pada Oktober 2025. Berdasarkan kelompoknya, terjadi kenaikan penjualan terutama di Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (17,7 persen yoy); serta Makanan, Minuman, dan Tembakau (8,5 persen yoy); Barang Budaya dan Rekreasi (8,1 persen yoy); serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (0,8 persen yoy). 

Sementara pada bulan selanjutnya atau Desember 2025, BI memproyeksikan kinerja penjualan eceran meningkat. Indeks Penjualan Riil (IPR) akhir 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,4 persen yoy, lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3 persen yoy. 

Pertumbuhan penjualan eceran juga diperkirakan terjadi secara bulanan sebesar empat persen, didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Makanan, Minuman dan Tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat Nataru.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PNM Angkat Perjuangan Perempuan Lewat Pameran Foto di MRT Bundaran HI
• 16 jam laludetik.com
thumb
Rizki Laporkan Pandji ke Polisi, Yenny Wahid: Membawa-bawa Nama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Itu Berat Sekali
• 20 jam lalufajar.co.id
thumb
Diduga Tersengat Listrik saat Banjir, 3 Warga Cilincing Jakarta Utara Meninggal Dunia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
BMKG: Aceh, Sumut-Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Sedan Besok
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
60 Guru Sultra Seleksi Sekolah Unggul Garuda
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.