jpnn.com, JAKARTA UTARA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan sikap kritis terhadap penguasa tidak boleh dilandasi kemarahan atau serangan personal, melainkan berdasarkan data dan fakta.
Megawati berkata demikian saat berpidato menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta Utara, Senin (12/1).
BACA JUGA: Megawati Kasih Sinyal PDIP Jadi Penyeimbang, Tetapi Tetap Dewasa dan Berideologi
“Menghadapi kekuasaan, perjuangan Partai tidak dijalankan dengan kemarahan, bukan dengan serangan personal, dan bukan dengan konfrontasi kosong," kata dia, Senin.
Putri Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu menyatakan garis perjuangan partai ialan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan terhadap rakyat.
BACA JUGA: PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Ini Sikap Ideologis dan Historis
PDIP sebagai partai penyeimbang, ujar Megawati, berkewajiban memastikan kebijakan negara tetap sejalan dengan kepentingan rakyat kecil serta berkeadilan.
“Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata Rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah Partai menjaga martabat politiknya,” ujarnya ke hadapan kader PDIP yang hadir Rakernas I.
BACA JUGA: Megawati Disambut Cucu di Arena Rakernas, Ada Momen Gandeng Tangan
Megawati dalam pidato mendorong agar diskursus politik nasional tidak hanya terpaku pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, diskursus politik juga harus berbicara tentang keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keadilan ekologis, serta kualitas demokrasi.
“Kekuatan politik PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada kepercayaan, partisipasi, dan kesadaran politik Rakyat,” ujar Megawati. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati Tanya Kondisi Pendidikan Anak Terdampak Bencana di Aceh
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan



