Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melihat langsung pelaksanaan dan sekaligus launching Sekolah Rakyat di SRT 9 Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Pemerintah merencanakan 500 Sekolah Rakyat telah terbangun hingga 2029.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat saat ini masih menggunakan bangunan sekolah rintisan. Pemerintah memanfaatkan gedung yang sudah ada seperti milik Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja, maupun milik Pemerintah Daerah.
Advertisement
“Nah, sekarang tahun ini akan dibangun sekitar 100 lah ya Sekolah Rakyat di berbagai titik ya yang menampung nanti 1.000 siswa setiap gedung sekolah permanen,” ujar Menteri yang kerap disapa Gus Ipul, Senin (12/1/2026).
Gus Ipul menjelaskan, setiap tahunnya satu gedung sekolah rakyat dapat menampung 300 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA. Apabila target pembangunan sekolah rakyat pada tahun ini mencapai 100 titik, maka akan ada 30 ribu siswa yang bisa mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
“Kalau 200 Sekolah Rakyat berarti kali dua, kan gitu, bisa jadi 60 ribu siswa, 60 ribu siswa itu sekali seleksi setiap tahunnya. Kalau misalnya nanti ada 300 Sekolah Rakyat, berarti ada 90 ribu yang bisa kita seleksi. Dari 90 ribu ditambah dengan existing tahun-tahun sebelumnya,” jelas Gus Ipul.



