Stroke dikenal sebagai kondisi yang identik dengan orang dewasa. Namun dalam kasus yang sangat jarang, gangguan ini juga bisa terjadi pada bayi, bahkan sejak masih berada di dalam kandungan.
Ya, Moms, kisah ini dialami oleh pasangan asal Inggris, Emma dan Dave, saat menantikan kelahiran putra pertama mereka.
Kebahagiaan pasangan ini berubah menjadi keterkejutan besar ketika hasil pemeriksaan kehamilan menunjukkan kondisi yang tidak biasa.
Saat usia kehamilan Emma memasuki 25 minggu, dokter memastikan bahwa janin laki-laki yang dikandungnya mengalami stroke perinatal. Jenis stroke ini terjadi pada bayi sebelum atau sesaat setelah lahir, Moms.
Diagnosis Stroke dan Harapan Hidup KecilSejak awal, dokter sudah memperingatkan Emma dan Dave bahwa masa depan sang bayi sangat tidak pasti. Hasil USG menunjukkan adanya berbagai anomali pada otak janin. Stroke tersebut diketahui telah merusak korpus kalosum, yaitu jaringan saraf penting yang menghubungkan otak bagian kiri dan kanan.
Menurut Asosiasi Stroke, kondisi ini tergolong sangat langka dan hanya terjadi pada sebagian kecil bayi yang masih dalam kandungan atau baru lahir.
Lahir dengan Tantangan BesarBayi laki-laki itu kemudian lahir pada Februari 2019 dan diberi nama Robin. Sejak lahir, Robin harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lima bulan sebelum akhirnya diizinkan pulang.
Akibat stroke yang dialaminya sejak dalam kandungan, Robin menghadapi berbagai keterbatasan serius, di antaranya:
Tidak bisa berjalan
Tidak bisa berbicara
Tidak bisa menelan, sehingga membutuhkan selang untuk asupan nutrisi
Meski kondisi tersebut berat, Emma dan Dave memilih untuk tidak menyerah.
“Kami membuat keputusan sejak awal. Jika Robin mau berjuang hidup, kami pun akan terus berjuang dan mendukungnya agar ia bisa ‘bertarung’ di dunia luar,” ujar Dave, dikutip dari BBC.
Sebagai langkah memperjuangkan hidup Robin, pasangan ini mengikuti berbagai pelatihan khusus agar dapat merawat Robin dengan optimal di rumah.
Selain perawatan medis, Robin juga menjalani terapi musik dan terapi sensorik untuk membantu meningkatkan kualitas hidupnya.
“Kami melakukan segala yang kami bisa agar, seberapa pun singkat hidupnya, Robin tetap menjalani hidup yang penuh makna,” tambah Dave.


