Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II yang tersebar di seluruh Indonesia. Proyek ini membutuhkan anggaran mencapai Rp26,24 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
"Kita langsung melangkah ke pembangunan [Sekolah Rakyat] Tahap II. Kita targetkan seluruhnya selesai pada Juni 2026 agar dapat digunakan saat tahun ajaran baru,” jelas Dody melalui keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).
Dody menambahkan, pembangunan infrastruktur pendidikan ini harus dilaksanakan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan serta akuntabilitas pelaksanaan.
Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar urusan fisik bangunan, melainkan upaya membentuk masa depan generasi bangsa dan memutus rantai kemiskinan dari akar pendidikan.
Secara teknis, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Pendanaan proyek ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026 dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) guna menjamin kualitas dan keberlanjutan infrastruktur di lapangan.
Baca Juga
- Gubernur Khofifah: Jatim Jadi Provinsi dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
- Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, berikut Syarat dan Cara Daftarnya
- Prabowo Janji Bangun 500 Sekolah Rakyat hingga 2029, Serap 500.000 Siswa
Senada, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Bisma Staniarto menjelaskan bahwa pembangunan ini telah dirancang dengan standar teknis yang komprehensif, mencakup aspek keselamatan, kesehatan, hingga kemudahan akses.
Adapun, setiap unit Sekolah Rakyat Tahap II direncanakan berdiri di atas lahan dengan luas minimal 5 hektare.
Nantinya, sekolah ini akan mengusung konsep fasilitas pendidikan terpadu yang dilengkapi dengan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, asrama bagi siswa dan guru, dapur dan kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, hingga sarana olahraga dan ruang terbuka hijau untuk mendukung proses pembelajaran.




