FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mantan Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan, Nurdin Halid menekankan kepada mereka yang ingin memimpin Golkar Sulsel untuk tidak hanya mencari keuntungan pribadi, melainkan betul-betul ingin mengembalikan kejayaan partai beringin di Sulsel.
“Soal figur, ya janganlah yang hanya memanfaatkan Golkar untuk kepentingan pribadinya, tapi betul-betul yang figur yang bisa mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” kata Nurdin di Makassar, Sabtu (10/1/2026).
Pada Pemilu 2024 lalu, Golkar tergerus oleh Nasdem sebagai pemuncak klasemen, baik di pileg maupun pilkada. Untuk pertama kali, Ketua DPRD Sulsel tak lagi kader Golkar yang duduki.
“Kejayaan partai Golkar yang seperti apa? Ya menjadi pemenangan betul. Jadi lumbung di Sulawesi Selatan ke depannya,” tutur Nurdin.
Untuk itu, ia menyarankan kepada Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin Said untuk tidak terburu-buru melakukan Musyawarah Daerah (Musda), yang salah satu agenda pentingnya yakni melakukan pemilihan ketua.
Ia berharap, Muhidin melakukan konsolidasi terlebih dahulu kepada kader dan pengurus Golkar di tingkat kabupaten/kota. Hal itu penting, menurut Nurdin, agar Muhidin mengetahui secara utuh dinamika yang ada di Sulsel.
“Jadi jangan hanya ujug-ujug gitu (gelar musda). Mungkin besok ya Senin (12/1/2026), saya akan ketemu Ketum Golkar (Bahlil Lahadalia) karena saya akan sama-sama hadir di Balikpapan bersama Presiden (Prabowo Subianto). Itu akan meminta kepada beliau tidak usah buru-buru Musda. Yang terpenting adalah solidkan dulu seluruh kader itu baru Musda, karena Musda kan bukan tujuan, Musda hanya alat untuk mencapai tujuan,” jelasnya.
“Sebagai senior partai, kader partai, dan anggota legislatif dari Partai Golkar di Sulawesi Selatan, saya mengimbau agar disolidkan dulu seluruh struktur. Untuk apa musyawarah dilakukan jika hanya akan menimbulkan kesulitan bagi partai,” sambung anggota DPR RI itu.
Ia menegaskan bahwa DPP Partai Golkar perlu memperhatikan kondisi objektif organisasi saat ini.
Menurutnya, Musda hanyalah alat untuk mencapai tujuan, sehingga figur yang muncul sebaiknya tidak hanya mewakili kepentingan pribadi, tetapi mampu mengembalikan kejayaan Partai Golkar.
“Yang terpenting bukan buru-buru musyawarah, tetapi mensolidkan dulu seluruh kader, baru kemudian musyawarah,” kata Nurdin.
Terkait kepengurusan DPD Golkar Sulsel saat ini, Nurdin menilai perpanjangan masa bakti pengurus merupakan kewenangan DPP sesuai AD/ART partai.
Karena itu, ia mengimbau DPP agar tidak terburu-buru menggelar Musda di Sulsel sebelum konsolidasi internal dirampungkan.
Dalam kesempatan itu, Nurdin Halid juga menyinggung wacana pemilihan tidak langsung.
Ia menyebut Golkar sejak awal memiliki pandangan tersebut sebagai upaya menata kembali pelaksanaan demokrasi.
Sebelumnya, Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhiddin M Said, menyatakan akan membentuk pengurus harian sementara.
Langkah tersebut diawali konsolidasi internal guna mempersiapkan pelaksanaan Musda.
“Kita mau konsolidasi dulu, melengkapi pengurus sementara. Setelah itu kita cari waktu. Saya yakin Golkar akan bersatu di Sulsel,” ujar Muhiddin.
Ia menambahkan, penyempurnaan struktur sementara diperlukan karena sejumlah pengurus dinilai sudah tidak aktif ataupun berhalangan tetap. (*)



