Bisnis.com, JAKARTA — Kualitas beras menjadi sorotan di tengah rencana pemerintah untuk mempercepat panen raya padi dan meningkatkan cadangan beras pemerintah pada tahun ini.
Pengamat pertanian Syaiful Bahari menyampaikan bahwa definisi percepatan panen raya perlu diperjelas, sebab panen yang lebih cepat dari jadwal akan berisiko terhadap kualitas gabah.
"Jika kualitas gabah jelek, maka berakibat pada kualitas beras. Jangan sampai beras baru disimpan sudah rusak," kata Syaiful kepada Bisnis, Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut, dia juga menilai bahwa Perum Bulog semestinya membuat perencanaan yang lebih matang terkait siklus serapan beras.
Menurutnya, yang terpenting dilakukan oleh Bulog saat ini ialah memperbaiki sistem manajemen penyimpanan beras yang baik dan memperbaiki mekanisme penyerapan beras dari penggilingan-penggilingan beras rakyat kecil dan menengah.
"Jangan hanya fokus di serapan, tetapi infrastruktur dan manajemen pengelolaan cadangan berasnya belum siap," imbuhnya.
Baca Juga
- Keterbatasan Gudang Bulog Hambat Panen Raya, Mutu Komoditas Terancam Turun
- Bulog Dapat Suntikan Rp39,1 Triliun untuk Serap Beras & Jagung
- Margin Fee Bulog Disetujui 7%, Dirut: untuk Kebutuhan Operasional
Selain itu, Syaiful juga menyinggung terkait klaim pemerintah mengenai stok cadangan beras terbanyak. Menurutnya, pemerintah lebih baik menggunakan stok yang ada untuk distribusi di pasar dan mendorong harga beras turun kembali seperti semula.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan panen raya padi nasional dapat berlangsung lebih awal pada Februari 2026, dibandingkan umumnya yang berlangsung pada Maret. Tantangannya terdapat pada ketersediaan gudang Bulog.
Zulhas menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan dalam rangka peningkatan target stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton pada tahun ini.
"Diperkirakan produksinya lebih tinggi dari pada tahun 2025, sekitar 5-10% lebih tinggi lagi," kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026).
Lebih lanjut, pemerintah menargetkan stok cadangan beras di gudang Perum Bulog dapat dipertahankan pada angka 4 juta ton setiap tahunnya hingga 2029 mendatang.
Oleh karena itu, Zulhas menyebut bahwa pembangunan 100 gudang Perum Bulog yang baru akan dilaksanakan pada tahun ini.
Dia menjelaskan bahwa program tersebut akan tercantum dalam instruksi presiden (Inpres) agar Perum Bulog dapat menampung lebih banyak stok beras.





