Mata Uang Iran Rontok Nol Besar, Titik Terendah Sepanjang Sejarah

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Mata uang Iran, rial, anjlok ke titik terendah sepanjang sejarah.

Dikonversi dari Dolar AS, mata uang Iran anjlok nol Rupiah. 

Kondisi ini mencerminkan semakin dalamnya krisis ekonomi yang dipicu oleh bertahun-tahun sanksi internasional, inflasi yang terus tinggi, serta pembatasan ekspor minyak. 

Akibatnya, nilai rial terhadap mata uang utama seperti dolar AS dan euro praktis babak belur, seperti dilaporkan Azernews.

BACA JUGA:Faktor Kunci untuk Menyeimbangkan Eksposur Emas dan Mata Uang Indonesia dalam Satu Portofolio

Depresiasi tajam ini semakin memperburuk ketegangan sosial di seluruh negeri dan menambah momentum bagi gelombang protes yang telah berlangsung sejak 28 Desember 2025.

Laporan menunjukkan bahwa ratusan orang telah tewas selama demonstrasi, sementara ribuan lainnya ditahan oleh aparat keamanan.

Seiring dengan runtuhnya nilai mata uang, inflasi terus meningkat, menyebabkan lonjakan tajam harga pangan dan barang kebutuhan pokok. 

Beban biaya hidup yang kian berat telah menjadi sumber utama kemarahan publik, dengan banyak warga Iran kesulitan memenuhi kebutuhan esensial.

BACA JUGA:KPK Sita Mata Uang Asing dari 3 Biro Travel, Diduga Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Memburuknya kondisi ekonomi dan berlanjutnya kerusuhan menyoroti tekanan yang semakin besar terhadap perekonomian dan masyarakat Iran, ketika ketidakstabilan keuangan semakin berujung pada tantangan politik dan sosial yang lebih luas.

Awalnya dipicu oleh kekecewaan terhadap inflasi yang mencapai rekor tertinggi, harga pangan, dan melemahnya nilai mata uang, protes tersebut dengan cepat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas yang menuntut diakhirinya rezim yang berkuasa saat ini.

Dimulai oleh para pedagang di Grand Bazaar Teheran dan kemudian mahasiswa universitas, demonstrasi tersebut segera menyebar tidak hanya ke kota-kota besar, tetapi juga ke permukiman kecil, dengan massa meneriakkan slogan anti-pemerintah serta merusak simbol-simbol pemerintah dan IRGC.

BACA JUGA:Rupiah Perkasa, Yen Jepang Terpuruk: Tekanan Mata Uang Asia Meningkat di Tengah Ketidakpastian The Fed

Iran Siap Perang

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya siap baik untuk perang maupun perundingan, menyusul ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump untuk melakukan intervensi militer atas penindasan terhadap aksi protes yang menurut para aktivis telah menewaskan ratusan orang.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Koalisi Sipil Khawatirkan Pelibatan TNI Tangani Terorisme
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Layanan Contact Center 110 Berlaku Nasional, Polri Pastikan Gratis untuk Seluruh Masyarakat
• 56 menit lalutvrinews.com
thumb
Kombes Iman Buka Suara soal Berkas Roy, Rismon dan Dokter Tifa Terkait Kasus Ijazah Jokowi
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Dukung Pilkada Langsung hingga Supermasi Sipil
• 6 menit lalukompas.com
thumb
Kecewa Eksepsinya Ditolak, Nadiem Singgung Google di Sidang Korupsi Chromebooks
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.