Grok diblokir dan Diapresiasi, Tamparan Keras untuk Elon Musk 

kompas.id
15 jam lalu
Cover Berita

Keputusan Pemerintah Indonesia memblokir Grok AI di platform X karena memanipulasi gambar pornografi mendapat apresiasi. Pemblokiran chatbot akal imitasi generatif ini dipandang bisa menyelamatkan generasi muda sekaligus menjadi tamparan keras bagi Elon Musk selaku pemilik X.

Kementerian Komunikasi dan Digital resmi memblokir Grok AI sejak 10 Januari 2026. Pemerintah menyatakan, dalam Grok terdapat praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital.

Tindakan pemutusan akses dilakukan berdasarkan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat.

Kementerian Komunikasi dan Digital juga telah meminta Platform X untuk segera hadir guna memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok.

”Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, pemerintah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam rilis Sabtu (10/1/2026).

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Himawan Bayu Aji menegaskan, memanipulasi foto dengan konten cabul atau asusila dapat dipidana. Peringatan ini berkaitan dengan konten foto pribadi tanpa persetujuan pemilik di media sosial X memakai fitur Grok AI.

”Jadi, memang perkembangan teknologi itu sekarang mengarah kepada kecerdasan buatan. Terkait deepfake yang menggunakan AI, kami sedang melakukan penyelidikan ke arah sana,” ujar Himawan.

Baca JugaGrok dan Anarki Digital: Banjir Pornografi Sintetis

Pengamat budaya digital di Indonesia, Firman Kurniawan, saat dihubungi dari Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/1/2026), mengapresiasi kebijakan pemerintah. Dari hasil pantauannya, Firman menemukan maraknya manipulasi gambar wanita untuk konten pornografi, terutama di luar negeri, sejak Grok beroperasi tahun 2023.

Menurutnya, aplikasi ini menjadi tamparan untuk Elon Musk selaku pemilik medsos X. ”Manipulasi konten pornografi di Grok menunjukkan adanya kelalaian dalam kontrol kualitas produknya. Mudah-mudahan ini menjadi refleksi bagi Elon Musk,” tuturnya.

Firman juga menyebut, hal ini potensial menyelamatkan generasi muda Indonesia dari jerat pornografi. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2025 mencapai 229.428.417 dari total populasi 284.438.900 jiwa penduduk Indonesia.

Dari segi umur, orang yang berselancar di dunia maya ini mayoritas generasi Z (kelahiran 1997-2012) sebanyak 25,54 persen, disusul generasi milenial (1981-1996) yang mencapai 25,17 persen.

Akan tetapi, keputusan blokir saja tidak cukup. Firman meminta lembaga pendidikan dan orang tua aktif memantau anak saat menggunakan gadget. Pemeriksaan telepon seluler, misalnya, harus aktif dilaksanakan untuk mengetahui aplikasi yang diunduhnya.

"Diperlukan pendampingan dan pengawasan bagi anak-anak. Selain itu, komunikasi yang intens dengan anak bahwa dunia digital tidak sepenuhnya aman," kata Firman.

Baca JugaKemenkomdigi: Grok AI di X Bisa Manipulasi Foto Pribadi untuk Konten Pornografi 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kukuhkan Empat Guru Besar di UMJ, LLDIKTI Wilayah III: Usia Bukanlah Batasan
• 26 menit lalutvonenews.com
thumb
Pasokan listrik wilayah terdampak banjir di Pulau Siau kembali normal
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kalahkan Boeing, Airbus Kirim 793 Pesawat pada 2025
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
PNM Tampilkan Perjuangan Perempuan Lewat Pameran Foto di MRT Bundaran HI
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Memoar Broken Strings Aurelie Moeremans, Apa Itu Grooming dan Bagaimana Tanda-tandanya?
• 19 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.