FAJAR, MAKASSAR– Koridor 5 kembali hidup. Meski terbatas karena masih dalam tahap uji coba. Masyarakat pengguna rutin yang sempat protes akibat pemberhentian operasional Teman Bus per 1 Januari lalu, kini mulai menikmati Kembali layanan pada rute tersebut.
Meski Kementerian Perhubungan telah menghentikan subsidi untuk Teman Bus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil alih koridor 5 dengan program Trans Sulsel.
Trans Sulsel sendiri merupakan program yang baru diluncurkan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada Juli 2025. Trans Sulsel merupakan salah satu program prioritas Andi Sudirman bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dalam pelayanan transportasi publik di Sulsel, khususnya kawasan Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar (Mamminasata).
Pada tahun 2025, Trans Sulsel melayani dua koridor, yakni koridor 1 rute Pelabuhan Galesong – Panakkukang Square dan koridor 2 melayani rute Unhas Tamalanrea – Stasiun KA Mandai melalui Bandara Sultan Hasanuddin Maros.
“Per hari ini, bus Trans Sulsel mulai beroperasi kembali. Selain Koridor 1 dan 2 yang memang telah kami tangani, per hari ini juga mulai diambil alih pengoperasian Koridor 3, yang sebelumnya dikelola oleh Kementerian Perhubungan melalui bus Trans Mamminasata dengan nama Koridor 5,” ujar Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Sulsel Setyawan, Senin, 12 Januari 2026.
Setyawan memaparkan, untuk Koridor 1 ada 12 bus yang beroperasi. Sementara di Koridor 2 ada tujuh bus yang melayani. Sedangkan untuk Koridor 3 yang melayani rute Unhas Gowa – Unhas Tamalanrea, Makassar, sementara dilayani tujuh bus. Pengoperasian bus tersebut masih terbatas sebagai upaya uji coba, namun masyarakat sudah dapat menggunakan layanan tersebut secara gratis.
“Seperti kita tahu bahwa ini koridor yang sebelumnya dioperasikan Kemenhub, jadi kami masih uji coba jalur dahulu. Untuk bus juga masih terbatas, menunggu kiriman dari Surabaya. Pada Koridor 3 itu akan ada 15 bus totalnya. Untuk saat ini semuanya masih gratis, hingga nanti ditetapkan ulang,” jelas Setyawan.
Berbagai protes dan keluhan warga, ia melanjutkan, juga menjadi catatan penting. Sistem aplikasi yang real time dan pelayanan yang maksimal terus diusahakan. Ketika tiga koridor ini sudah beroperasi secara reguler, maka tarif akan ditetapkan, yaitu Rp4.600 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar.
Alokasi anggaran untuk tiga koridor ini mencapai Rp40 miliar. Pemprov melanjutkan kerja samanya dengan Perum DAMRI Makassar. Perbaikan layanan pun terus ditingkatkan. Dari informasi yang dihimpun FAJAR, rencananya bus yang akan digunakan pada koridor 5 memiliki spesifikasi serupa dengan Teman Bus yang beroperasi sebelumnya.
Salah seorang pengguna Trans Sulsel pada koridor 5, Ardiansyah (22) menyampaikan rasa syukurnya atas kembalinya operasional koridor 5. Ia mengaku kehadiran Trans Sulsel memudahkannya bepergian ke kampus Unhas Tamalanrea.
Meski masih berstatus uji coba, ia berharap agar koridor 5 bisa kembali beroperasi secara normal seperti biasanya. “Kami berharap agar Trans Sulsel bisa segera beroperasi secara normal seperti tahun lalu secepatnya. Kehadiran transportasi umum di Kota Makassar sangat penting bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan supaya biaya transportnya juga lebih terjangkau,” ulasnya. (uca)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471919/original/044020600_1768299468-Gambar-09-01-26-di-11.00_1_.jpeg)


