Jerman Redam Isu Invasi AS ke Greenland: Tak Ada Tanda Serius

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jerman meredam kekhawatiran terkait kemungkinan Amerika Serikat (AS)menginvasi Greenland, meski Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial soal pengambilalihan wilayah otonom Denmark tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada laporan AFP Selasa (13/1), mengatakan tidak melihat tanda-tanda bahwa Washington benar-benar mempertimbangkan langkah militer sepihak terhadap Greenland.

“Saya tidak melihat indikasi bahwa hal ini sedang dipertimbangkan secara serius,” ujar Wadephul, usai bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Trump sebelumnya kembali memanaskan isu dengan menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih Greenland “dengan cara apa pun”, melanjutkan wacana lama soal pembelian atau aneksasi wilayah Arktik itu yang telah ia lontarkan selama bertahun-tahun.

Wadephul menilai semua pihak memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas kawasan Arktik.

“Saya percaya ada kepentingan bersama untuk menangani tantangan keamanan yang muncul di kawasan Arktik, dan itulah yang seharusnya—dan akan—kita lakukan bersama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa NATO saat ini tengah menyusun rencana yang lebih konkret terkait keamanan Arktik, yang akan dibahas bersama para mitra AS.

Pernyataan Jerman ini disampaikan menjelang pertemuan di Washington pekan ini antara Marco Rubio dengan para diplomat senior dari Denmark dan Greenland.

Sementara itu, pemerintah Greenland kembali menegaskan sikapnya. Pada Senin (12/1), otoritas setempat menyatakan kepada Reuters, tidak akan menerima pengambilalihan oleh Amerika Serikat “dalam keadaan apa pun.”

Dari dalam negeri AS, anggota Kongres memberikan pernyataan bersama bahwa delegasi bipartisan dari Kongres AS dijadwalkan mengunjungi Kopenhagen pada Jumat (16/1), sebelum melanjutkan perjalanan ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Senator Demokrat Chris Coons mengatakan kunjungan itu bertujuan membahas penguatan keamanan Arktik serta peningkatan hubungan perdagangan.

Greenland dan NATO pada hari yang sama menyatakan tengah bekerja sama untuk memperkuat pertahanan wilayah Arktik, isu yang kerap dijadikan Trump sebagai alasan utama perlunya kendali AS atas Greenland, dengan merujuk pada meningkatnya aktivitas Rusia dan China di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tak Pernah Direnovasi Puluhan Tahun, Atap Rumah Warga Ciracas Ambruk
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Target Beroperasi Juli
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Komoditas Klaten Hari Ini: Cabai dan Telur Mulai Melandai
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kisah Shinta Berjuang Lawan Diabetes Sejak Usia 13 Tahun Hingga Alami Gangguan Penglihatan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Lakukan Rotasi Besar Pejabatnya, Kajari Takalar Promosi Jabatan di Kejati NTT
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.