BATA hingga IBOS, 4 Saham Ini Masuk Pantauan Bursa

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pergerakan saham PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatat kenaikan harga yang dinilai tidak biasa. Kondisi tersebut membuat otoritas bursa menetapkan saham BATA masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA).

“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Sepatu Bata Tbk (BATA) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

Dalam sepekan terakhir, harga saham BATA tercatat melesat 54,29%. Usai pengumuman UMA dirilis, pergerakan sahamnya masih menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Selasa (13/1), BATA kembali menguat 9,09% ke level Rp108 per saham.

Baca Juga: Timothy Ronald Diduga Lakukan Penipuan Investasi Kripto, Begini Kronologinya

Tak hanya BATA, sejumlah saham lain juga terpantau masuk daftar UMA. Saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) tercatat melonjak 54,72% dalam sepekan dan masih bertahan naik 9,33% ke Rp82.

Sementara itu, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) membukukan kenaikan mingguan 40,68% dan kini melanjutkan penguatan 7,79% ke Rp83. Adapun saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) naik 21,74% dalam sepekan, meski pada perdagangan terkini stagnan di level Rp112.

Yulianto.menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto.

Baca Juga: Jual Saham DADA, Pengendali Raup Cuan Rp40,2 Miliar

Sejalan dengan itu, ia mengimbau investor agar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja serta keterbukaan informasi emiten, mengkaji ulang rencana corporate action yang belum memperoleh persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai potensi risiko yang dapat muncul di kemudian hari.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Secara Serius
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
BNPB Target Tak Ada Pengungsi Korban Bencana Saat Ramadan di Sumatera Utara
• 6 jam lalugenpi.co
thumb
Kecewa Eksepsi Ditolak, Nadiem: Satu per Satu Fakta akan Terbuka
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puan Maharani Ajak Bangsa Jadikan 2026 Momentum Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Cuaca Hari Ini Selasa 13 Januari 2026: Mayoritas Jabodetabek Diprediksi Berawan Tebal hingga Hujan Ringan
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.