FAJAR, MAKASSAR—Himpunan Mahasiswa Pusat Kajian dan Penelitian Hukum Tata Negara (Pusaka HTN) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH), resmi melaksanakan program magang mahasiswa.
Hal tersebut sebagai bagian dari pengembangan keilmuan dan keterampilan praktis di bidang hukum. Program magang perdana ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang tergabung dalam PUSAKA HTN FH-UH.
Tujuannya memberikan pengalaman langsungdi dunia kerja hukum serta memperkenalkan mahasiswapada dinamika penegakan hukum di berbagai lembagaprofesional.
Pelaksanaan magang terbagi di 5 lembaga hukumbergengsi, yakni Dinas Tenaga Kerja dan TransmigrasiProvinsi Sulawesi Selatan, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, dan Kantor Hukum Nurul Mutmainnah & Partners Law Firm.
Masing-masing lembaga menghadirkanpembelajaran berbeda, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, peradilan, hingga praktik advokasi profesional.
Dekan fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program magang tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa hukum agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapijuga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengandunia kerja hukum.
“Magang mahasiswa adalah proses penting untukmenghubungkan teori dengan praktik. Di sana merekabelajar bagaimana hukum bekerja dalam kenyataansosial, bukan sekadar dalam konsep akademik,” tuturnya.
Pembina PUSAKAHTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan magang inimerupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalammendukung pembelajaran mahasiswa di luar kelas.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadijembatan antara teori dan praktik hukum di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga darirealitas sosial dan dinamika hukum yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dosen Pendamping, Eka Merdekawati Djafar, S.H., M.H., menuturkan bahwa kegiatanmagang menjadi sarana penting untuk membentukkarakter profesional mahasiswa hukum.
“Melalui magang, mahasiswa belajar tentang etika profesi, memahami prosedur hukum, dan menyaksikan langsungbagaimana hukum ditegakkan di masyarakat. Inipengalaman yang tak ternilai bagi mereka,” tuturnya.
Andi Budiman, Ketua Umum PUSAKA HTN FH-UH, turutmenyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatanmagang ini dengan lancar.
“Program ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi juga wadah pembelajaran yang memperkuat jejaring denganlembaga-lembaga hukum di Sulawesi Selatan. Kami inginmahasiswa HTN siap menghadapi dunia kerja hukumyang sesungguhnya,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Winanda Fajri Al Hakim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telahdipersiapkan secara matang.
Panitia melakukan koordinasi intensif dengan setiap instansi penerimamagang guna memastikan seluruh rangkaian kegiatanberjalan lancar di masing-masing lokasi.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memperolehpengalaman yang bermakna serta memahami secaralangsung peran hukum dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan magang mahasiswa PUSAKA HTN tahun 2026 berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh para peserta. Mahasiswa tampak aktif mengikuti setiaptahapan kegiatan, baik di lingkungan peradilan, kantorkejaksaan, kepolisian, maupun firma hukum.
Secara keseluruhan, program magang ini tidak hanyamemperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan berbagailembaga hukum yang menjadi mitra.
Program inidiharapkan mampu menumbuhkan nilai integritas, profesionalitas, serta rasa tanggung jawab di kalangan mahasiswa hukum.(wis)
FAJAR, MAKASSAR—Himpunan Mahasiswa Pusat Kajian dan Penelitian Hukum Tata Negara (PUSAKA HTN) Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH-UH), resmi melaksanakan program magang mahasiswa.
Hal tersebut sebagai bagian dari pengembangan keilmuan dan keterampilan praktis di bidang hukum. Program magang perdana ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai angkatan yang tergabung dalam PUSAKA HTN FH-UH.
Tujuannya memberikan pengalaman langsungdi dunia kerja hukum serta memperkenalkan mahasiswapada dinamika penegakan hukum di berbagai lembagaprofesional.
Pelaksanaan magang terbagi di 5 lembaga hukumbergengsi, yakni Dinas Tenaga Kerja dan TransmigrasiProvinsi Sulawesi Selatan, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, Pengadilan Agama Kelas 1A Makassar, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, dan Kantor Hukum Nurul Mutmainnah & Partners Law Firm.
Masing-masing lembaga menghadirkanpembelajaran berbeda, mulai dari proses penyelidikan, penyidikan, peradilan, hingga praktik advokasi profesional.
Dekan fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program magang tersebut.
Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa hukum agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapijuga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengandunia kerja hukum.
“Magang mahasiswa adalah proses penting untukmenghubungkan teori dengan praktik. Di sana merekabelajar bagaimana hukum bekerja dalam kenyataansosial, bukan sekadar dalam konsep akademik,” tuturnya.
Pembina PUSAKAHTN FH-UH, Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan magang inimerupakan bentuk nyata komitmen organisasi dalammendukung pembelajaran mahasiswa di luar kelas.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena menjadijembatan antara teori dan praktik hukum di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga darirealitas sosial dan dinamika hukum yang sesungguhnya,” ujarnya.
Dosen Pendamping, Eka Merdekawati Djafar, S.H., M.H., menuturkan bahwa kegiatanmagang menjadi sarana penting untuk membentukkarakter profesional mahasiswa hukum.
“Melalui magang, mahasiswa belajar tentang etika profesi, memahami prosedur hukum, dan menyaksikan langsungbagaimana hukum ditegakkan di masyarakat. Inipengalaman yang tak ternilai bagi mereka,” tuturnya.
Andi Budiman, Ketua Umum PUSAKA HTN FH-UH, turutmenyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatanmagang ini dengan lancar.
“Program ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi juga wadah pembelajaran yang memperkuat jejaring denganlembaga-lembaga hukum di Sulawesi Selatan. Kami inginmahasiswa HTN siap menghadapi dunia kerja hukumyang sesungguhnya,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panitia Winanda Fajri Al Hakim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telahdipersiapkan secara matang.
Panitia melakukan koordinasi intensif dengan setiap instansi penerimamagang guna memastikan seluruh rangkaian kegiatanberjalan lancar di masing-masing lokasi.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memperolehpengalaman yang bermakna serta memahami secaralangsung peran hukum dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan magang mahasiswa PUSAKA HTN tahun 2026 berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh para peserta. Mahasiswa tampak aktif mengikuti setiaptahapan kegiatan, baik di lingkungan peradilan, kantorkejaksaan, kepolisian, maupun firma hukum.
Secara keseluruhan, program magang ini tidak hanyamemperluas wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan berbagailembaga hukum yang menjadi mitra.
Program inidiharapkan mampu menumbuhkan nilai integritas, profesionalitas, serta rasa tanggung jawab di kalangan mahasiswa hukum.(wis)



