PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi meluncurkan emas tematik edisi khusus Imlek 2026, dengan mengusung tema Shio Kuda. Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menyatakan emas edisi tematik Imlek telah dihadirkan secara konsisten sejak 2018.
“Antam mempersembahkan, emas Imlek 2026, Year of the Horse. Ini sebuah karya emas, yang tidak hanya memikir secara visual tetapi juga secara filosofi, energi, dan makna,” ucap Handi dalam peluncuran Emas Tematik Imlek 2026 Antam di Old Shanghai City, Jakarta Utara, Senin (12/1).
Handi menyatakan, simbol kuda pada Imlek 2026, diyakini akan membawa energi positif bagi masyarakat untuk berani mengambil langkah cepat, membuat keputusan yang tepat, serta melangkah dengan keberanian, semangat kerja keras, optimisme, dan keyakinan.
“Itu yang kami percayai dari Antam ketik kami membuat produk emas tematik Imlek 2026 ini,” tutur Handi.
Handi menyatakan produk emas antam Imlek 2026 Year of the Horse ini dihadirkan secara terbatas, sehingga tidak tersedia sepanjang tahun dan diposisikan bukan sekadar produk investasi, melainkan juga karya seni bernilai koleksi tinggi.
“Menjadikannya bukan sekedar produk, bukan hanya sekedar investasi, tapi sebuah karya seni dengan nilai kolektif yang tinggi,” lanjut Handi.
Adapun produk yang diperkenalkan terdiri dari beberapa varian berat, mulai dari gift series 0,5 gram, 1 gram, 8 gram, hingga 88 gram. Desain emas menampilkan simbol shio kuda dan elemen keberuntungan seperti karakter “Fu”.
Kehadiran variasi ukuran ini ditujukan untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, baik sebagai hadiah Imlek maupun sarana investasi, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap emas tematik menjelang perayaan Tahun Baru China ini.
Berdasarkan hasil evaluasi internal, Handi menuturkan salah satu pendorong utama peningkatan penjualan tersebut berasal dari emas tematik edisi Imlek. Produk ini secara konsisten menjadi varian tematik dengan kinerja penjualan terbaik dari tahun ke tahun.
“Dengan penjualan yang paling baik dari tahun ke tahun ini itu semua tidak akan terjadi tanpa support,” tutur Handi.
Sebelumnya, Antam mencatatkan peningkatan tajam pada penjualan emas sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025 atau kuartal III 2025.
Nilainya menembus Rp 58,67 triliun, tumbuh 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 35,70 triliun dan menjadi penyumbang utama pendapatan perusahaan.
Emas menjadi segmen terbesar dengan kontribusi 81 persen terhadap total penjualan Antam, yang secara keseluruhan naik 67 persen menjadi Rp 72,03 triliun dibandingkan Rp 43,20 triliun pada kuartal III 2024.
Dari jumlah tersebut, penjualan domestik mencapai Rp 69,31 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan.
Peningkatan kinerja di segmen emas ditopang oleh kenaikan volume penjualan sebesar 20 persen, dari 28.567 kilogram menjadi 34.164 kilogram (setara 34,16 ton). Sementara itu, produksi emas tambang selama periode tersebut tercatat sebesar 590 kilogram.
Penjualan emas Antam jadi penopang utama laba per kuartal III 2025 yang tembus Rp 6,61 triliun per kuartal III 2025, melonjak 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,23 triliun.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F13%2F66b2a5319e1065f636ed26698155a38c-WhatsApp_Image_2026_01_13_at_11.34.44.jpeg)



