Kinerja Ekspor China Diperkirakan Melambat, Efek Kebijakan Trump

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kinerja ekspor China yang didorong oleh diversifikasi tujuan pengiriman diperkirakan akan melambat. Keadaan itu dinilai sudah terasa pada akhir 2025 dan awal 2026.

Mengutip Reuters, ketahanan China terhadap ketegangan tarif yang kembali meningkat sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk mengalihkan fokus mereka ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin untuk mengimbangi bea masuk AS.

Langkah itu berjalan, meski ada penolakan dari pasar impor yang khawatir tentang kelebihan kapasitas produksi China.

Pengiriman barang keluar diperkirakan meningkat 3 persen dalam nilai dibandingkan tahun sebelumnya, menurut perkiraan median dari 34 ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Angka tersebut turun dari peningkatan 5,9 persen pada bulan November dari basis tertinggi pada Desember 2024 ketika perusahaan-perusahaan memprioritaskan pesanan ke AS menjelang pelantikan Trump.

Setelah Surplus Perdagangan China USD 1 Triliun

Setelah China untuk pertama kalinya mencatatkan surplus perdagangan USD 1 triliun pada bulan November, para ekonom terpecah pendapat mengenai apakah perusahaan-perusahaan China berhasil mempertahankan ekspansi mereka ke pasar baru bulan lalu.

Huatai Securities memperkirakan pertumbuhan sebesar 6,5 persen angka tertinggi, sementara para ekonom di Universitas Peking, universitas terkemuka di China, memproyeksikan penurunan sebesar 3,7 persen.

Perkiraan dari Economist Intelligence Unit, Deutsche Bank, dan JP Morgan masing-masing berkisar pada 4,1 persen, 4,0 persen, dan 3,7 persen, sementara Nomura dan Citigroup lebih pesimistis dengan angka 2,0 persen.

Impor kemungkinan tumbuh 0,9 persen, turun dari 1,9 persen pada bulan sebelumnya, karena penurunan sektor properti yang terus berlanjut, ketidakamanan pekerjaan, dan memudarnya stimulus yang berfokus pada konsumen menekan permintaan domestik. Data tersebut akan dirilis pada hari Rabu (14/1).

Para ekonom memperkirakan China akan terus memperoleh pangsa pasar global tahun depan, dibantu oleh perusahaan-perusahaan China yang mendirikan pusat produksi di luar negeri yang menyediakan akses tarif lebih rendah ke Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta oleh permintaan yang kuat untuk chip kelas rendah dan elektronik lainnya.

Dana Moneter Internasional memperkirakan ekspor menambah 1,1 poin persentase pada perkiraan pertumbuhan China sebesar 5 persen tahun lalu dan menyumbang 30 persen dari pertumbuhan global, dengan pangsa tersebut diperkirakan akan tetap sekitar sepertiga dari total global selama beberapa tahun ke depan.

Surplus perdagangan China pada Desember 2025 diperkirakan mencapai USD 113,6 miliar. Jika perkiraan para analis benar, surplus ekspor bulanan melebihi USD 100 miliar sebanyak delapan kali tahun lalu, meningkat dari hanya dua kali pada 2024. Artinya, Trump hanya sedikit berupaya untuk mengurangi perdagangan China dengan dunia internasional. Meski, ia telah membatasi pengiriman barang ke AS.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Sosok Tangan Kanan John Herdman di Timnas Indonesia Ini Ternyata Partner Sejak 2010
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Hermansyah Apresiasi John Herdman: Pelatih Asing yang Libatkan Asisten Lokal Timnas | DIPO
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Diklat PPIH 2026, Direktur Bina Petugas Haji Tekankan Integritas dan Penguasaan Medan Layanan
• 19 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Tekankan Efisiensi APBN 2026 Belanja Negara Kembali Dievaluasi
• 17 jam lalueranasional.com
thumb
Wapres Gibran Dorong Penguatan Program Pariwisata Berkelanjutan di Rakornas Kepariwisataan 2026
• 2 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.