AS Samarkan Pesawat Militer Jadi Pesawat Sipil Saat Serang Kapal Narkoba

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Washington DC -

Pentagon menyamarkan sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) menjadi pesawat sipil untuk melancarkan serangan pertamanya terhadap sebuah kapal, yang diduga menyelundupkan narkoba, tahun lalu. Serangan pertama Washington tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang pada saat itu.

Informasi ini, seperti dilansir AFP, Selasa (13/1/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), dalam laporan terbarunya pada Senin (12/1) waktu setempat.

Langkah semacam itu, menurut NYT, merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional tentang konflik bersenjata, yang melarang para kombatan untuk "berpura-pura memiliki status sipil untuk menipu musuh... sebuah kejahatan perang yang disebut sebagai 'pengkhianatan'".

Serangan AS tersebut diumumkan oleh Presiden Donald Trump dalam unggahan media sosial pada 2 September 2025, yang menuduh targetnya sebagai anggota organisasi kriminal Tren de Aragua "yang beroperasi di bawah kendali Nicolas Maduro, bertanggung jawab atas pembunuhan massal, perdagangan narkoba, perdagangan seks, dan tindak kekerasan serta teror".

Baca juga: AS Serang Lagi 2 Kapal Narkoba di Pasifik, 5 Orang Tewas

Laporan NYT mengungkapkan bahwa sebuah pesawat militer AS yang digunakan dalam serangan itu telah dicat agar terlihat seperti pesawat sipil. Disebutkan juga bahwa amunisi pada pesawat militer AS itu disembunyikan di dalam badan pesawat, bukan dibawa secara terlihat jelas di bawah sayapnya.

Gedung Putih, beberapa waktu lalu, telah mengonfirmasi bahwa seorang Laksamana AS, yang bertindak di bawah wewenang Menteri Pertahanan Pete Hegseth, telah memerintahkan operasi militer "double-tap" atau "serangan ganda", yang berarti menyerang satu target sebanyak dua kali.

NYT, dalam laporannya, menyebutkan bahwa "dua orang yang selamat dari serangan awal kemudian tampak melambaikan tangan" ke arah pesawat militer AS yang "menyamar" itu, sambil berpegangan pada puing-puing kapal sebelum militer Washington membunuh mereka dalam serangan lanjutan.




(nvc/ita)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sekolah Rakyat di Papua Jangkau Anak dari Keluarga Kurang Mampu
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo Ungkap Program MBG Tembus 58 Juta Penerima Manfaat di RI 
• 16 jam lalueranasional.com
thumb
Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan-Sedang Berpotensi Mengguyur Mayoritas Kota Besar
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Metro Bongkar Laboratorium Narkoba di Apartemen Greenbay
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aurelie Moeremans Merasa Senang Kisahnya di Buku Broken Strings Mendapat Dukungan Besar
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.