Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Bun Joi Phiau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghentikan kegiatan tambal sulam dalam penanganan longsor di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat (Jabar) untuk menekan penumpukan limbah.
Tumpukan sampah yang kian menggunung menyebabkan kapasitas daya tampung lokasi semakin menyempit.
Advertisement
Tambal sulam merupakan solusi yang digunakan untuk memperbaiki sesuatu secara tidak menyeluruh atau hanya mengganti bagian-bagian yang bermasalah saja. Sehingga risiko kembali rusak rawan terjadi.
"Ini tidak bisa lagi hanya sekadar memperbaiki tembok, membangun turap, memindahkan tumpukan-tumpukan sampah di sana ketika longsor seperti itu. Mau diapakan juga TPST tersebut kondisinya sudah nyaris penuh," kata Bun Joi, melansir Antara, Selasa (13/1/2026).
Sebelumnya, di tempat ini telah terjadi longsor sampah sebanyak tiga kali, dengan rentang waktu bulan Mei hingga Desember tahun lalu.
Menurut Bun Joi, kondisi ini menunjukkan masalah yang kian kompleks. Sehingga, tambal sulam bukanlah alternatif penyelesaian yang efektif, karena sewaktu-waktu longsor bisa saja terjadi kembali.
Ia menilai, masalah ini harus diatasi dari hulunya terlebih dahulu, yakni dari pengelolaan sampah di Ibu Kota sebelum dikirim ke pembuangan akhir TPST Bantar Gebang.
"Masalahnya ini ada di hulu. Kita memang belum dapat mengelola sampah kita sedemikian rupanya, sehingga yang dikirim ke TPST Bantar Gebang juga bisa berkurang," kata Bun.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470548/original/093400200_1768209884-jem5.jpg)