Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 282 warga dari dua kelurahan di Jakarta Utara terpaksa mengungsi akibat banjir yang dipicu curah hujan berintensitas tinggi pada Senin. Banjir merendam permukiman warga dan memaksa mereka mencari tempat yang lebih aman.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, lokasi pengungsian tersebar di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, serta Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok.
Advertisement
“Lokasi pengungsian ada di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, dan Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok hingga pukul 18.00 WIB,” kata Yohan di Jakarta Senin (12/1/2026).
Di Kelurahan Lagoa, sebanyak 257 jiwa dari 256 kepala keluarga (KK) mengungsi di sejumlah titik, antara lain Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushola Al Ikhlas, kantor RW, serta SDN 05 Kebon Bawang.
Sementara itu, di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, tercatat 25 jiwa dari 12 KK yang mengungsi.
“Warga mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05,” ujar Yohan.
BPBD DKI Jakarta mencatat, hingga sore hari terdapat sembilan RT di Jakarta Utara yang masih terendam banjir. Rinciannya, dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter, dua RT di Kelurahan Lagoa dengan ketinggian 15 sentimeter, serta lima RT di Kelurahan Kebon Bawang yang terendam hingga 60 sentimeter.




