Gandeng Inggris, RI Siap Bangun Ekosistem Semikonduktor Senilai Rp 2,11 Triliun

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah berencana membangun ekosistem industri semikonduktor di Indonesia. Untuk merealisasikannya, pemerintah menyiapkan dana USD 125 juta atau sekitar Rp 2,11 triliun (kurs Rp 16.884 per dolar AS).

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut nantinya proyek itu juga akan dikerjasamakan dengan perusahaan asal Inggris, Arm Ltd.

"Kemarin Pak Presiden menyiapkan USD 125 juta untuk bekerja sama dengan Arm, Inggris,” kata Airlangga dalam agenda Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (13/1).

Airlangga mengakui saat ini Malaysia lebih dahulu membangun industri semikonduktor. Khususnya saat perusahaan Amerika Serikat yakni Fairchild Semiconductor yang memindahkan fasilitas ke Malaysia.

Meski terhitung terlambat, Airlangga optimistis pengembangan industri semikonduktor di Indonesia masih bisa tumbuh karena potensi pangsa pasar yang cukup besar. Airlangga memberi contoh sederhana potensi itu bisa dilihat dari setiap rumah bisa memiliki 4-5 semikonduktor, seperti gadget dan otomotif.

“Dan Arm dulu membuat roadmap di Malaysia dan mereka siap membantu Indonesia. Makanya ini adalah kesempatan. Ya walaupun kita ketinggalan tidak apa-apa. Ini namanya catching up game. Kita catching up terhadap market yang kita punya besar,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi pasir silika yang merupakan bahan baku utama chip semikonduktor. Dengan begitu, hilirisasi dapat dilangsungkan.

“Jadi sesudah kita kuasai ekosistem perencanaan semikonduktor maka hilirisasi silicon itu bisa jalan. Karena dari silicon bisa lari ke floating glass. Floating glass menjadi solar panel. Solar panel bisa juga ke wafer. Wafer juga ujungnya sudah semikonduktor. Assembling, testing, packaging,” kata Airlangga.

Airlangga percaya industri semikonduktor merupakan industri yang bisa membantu banyak negara untuk lepas dari status negara berpendapatan menengah. Hal ini juga sudah terbukti di beberapa negara, termasuk Malaysia.

“Karena industri yang sifatnya inovatif. Inilah yang membedakan Jepang, Korea dan berbagai negara termasuk Malaysia yang mau duluan lepas dari middle income track larinya ke sana (semikonduktor),” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Timothy Ronald Diduga Lakukan Penipuan Investasi Kripto, Begini Kronologinya
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jayapura Geger, Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Lantai Ruko
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Alvaro Arbeloa Resmi Jadi Pelatih Baru
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Aurelie Moeremans Sembuhkan Luka Lama Lewat Buku Broken Strings
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
PTPP Alihkan Seluruh Saham Treasuri Mulai Akhir Januari
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.