Gudang Bulog Penuh Jelang Panen Raya, Pemerintah Segera Ekspor Beras

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Beras milik pemerintah disinyalir akan diekspor dalam waktu dekat untuk mendukung penyerapan periode Panen Raya pada Februari-April 2026. Sebab, Perum Bulog dinilai tidak akan mampu menyerap hasil produksi Panen Raya dengan kondisi saat ini.

Seperti diketahui, volume cadangan beras pemerintah atau CBP yang disimpan Bulog saat ini sekitar 3,25 juta ton. Adapun Bulog hanya dapat menyimpan beras maksimum 4,9 juta ton dengan menggunakan gudang milik Bulog maupun gudang sewaan.

"Kalau pada awal tahun ini kami bisa menyerap hasil panen sampai 3 juta ton, Bulog tidak ada tempat lagi untuk menyimpan. Maka dari itu, presiden sudah mengarahkan untuk ekspor," kata Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Sam Herodian dalam Road to Jakarta Food Security Summit 2026, Selasa (13/1).

Walau demikian, Sam menyampaikan tantangan utama ekspor beras saat ini adalah rendahnya harga beras di pasar global. Bank Dunia mendata harga beras anjlok 44,2% dari US$ 660 per ton pada Desember 2023 menjadi US$ 368 per ton pada November 2025.

Dengan kata lain, harga beras di pasar internasional pada akhir tahun lalu hanya sekitar Rp 6.148 per kilogram. Sementara itu, pemerintah menetapkan harga beras yang dijual oleh Bulog senilai Rp 11.000 per kg.

"Sebenarnya ada dugaan beberapa negara menjual beras dengan harga lebih rendah dari biaya produksi atau dumping. Itu akan kami atur. Namun harga beras secara umum turun saat produksi di dalam negeri tidak membutuhkan impor," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengklaim telah menyiapkan cadangan beras untuk ekspor sejumlah 1 juta ton pada tahun ini. Target pasar ekspor beras tersebut adalah negara-negara di Asia Tenggara.

Rencana ekspor tersebut tidak akan mengganggu volume cadangan beras pemerintah atau CBP. Badan Pangan Nasional menetapkan Bulog harus memiliki stok CBP sejumlah 2 juta ton setiap saat sejak akhir 2024.

"Kami menargetkan negara tetangga dulu sebagai negara tujuan ekspor kami. Setelah itu, kami akan memasarkan beras ke negara-negara yang membutuhkan bantuan atau daerah konflik," kata Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (12/1).  

Stok CBP dinilai terjaga akibat proyeksi peningkatan produksi beras hingga 15% secara tahunan menjadi hampir 40 juta ton pada tahun ini. Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras pada tahun lalu naik 13,36% dari capaian 2024 sejumlah 30,62 juta ton menjadi 34,71 juta ton.

Karena itu, pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyerap beras produksi nasional sejumlah 4 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 25% dari realisasi pengadaan Bulog sepanjang 2025 sekitar 3,2 juta ton.

"Stok kami pada tahun ini banyak, karena itu kami diperintahkan untuk menyiapkan stok khusus ekspor 1 juta ton tahun ini," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nyaris USD4.600/Ons, Kilau Harga Emas Dunia Makin Bersinar
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
• 23 jam lalusuara.com
thumb
IHSG Naik ke 8.948, Giliran Saham Dekapan Boy Thohir MDKA, MBMA, EMAS Manggung
• 15 menit lalukatadata.co.id
thumb
Andre Rosiade Turun Tangan Buntut Kasus Nenek Saudah Dipukuli hingga Pingsan Akibat Tolak Tambang Ilegal
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Kasus Komika Pandji: Polisi Dalami Dugaan Penghasutan, YLBHI Minta Kasus Tak Dilanjutkan
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.