Grid.ID – Pegiat media sosial, Adam Deni mendampingi sejumlah korban dugaan penipuan academy kripto saat mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (13/1/2026). Kehadirannya bertujuan memberi dukungan moral agar korban berani menjalani proses hukum.
“Saya di sini fungsinya mendampingi korban saja sebagai support moral supaya mereka mentalnya kuat dan mau maju," kata Adam saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (13/01/2026).
Adam Deni menilai banyak korban sebenarnya memiliki bukti kuat namun memilih diam karena takut tekanan. Ia pun mendorong korban untuk tidak ragu melapor ke kepolisian.
“Kenapa harus takut lapor polisi kalau kita benar dan punya bukti," tambahnya.
Salah satu korban berinisial Y hadir menjalani pemeriksaan sebagai pelapor. Pemeriksaan tersebut merupakan tahap awal berupa Berita Acara Pemeriksaan atau BAP.
“Hari ini Y dipanggil untuk BAP setelah laporannya kemarin," ucap Adam.
Adam Deni menyebut korban yang hadir mengalami kerugian dengan nilai beragam. Nominal kerugian disebut mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.
“Nominal kerugian korban yang saya dampingi dari Rp100 juta sampai Rp3 miliar," lengkapnya.
Selain korban yang hadir hari ini, masih banyak korban lain yang belum dapat datang ke Polda Metro Jaya. Sebagian di antaranya berasal dari luar kota.
“Masih banyak korban lain yang menghubungi saya dengan kerugian sampai Rp1,5 miliar," singgung Adam.
Baca Juga: Hampir 300 Orang Jadi Korban Academy Kripto Milik Timothy Ronald, Y Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Metro Jaya
Adam Deni menegaskan dirinya siap melindungi korban dari tekanan pihak tertentu. Ia mengaku siap menjadi garda depan jika ada upaya intervensi.
“Saya yang back up dan pasang badan kalau ada intervensi ke korban," tutur Adam.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya turut menjadi korban dalam kasus tersebut. Kerugian yang dialaminya disebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Saya sendiri mengalami kerugian Rp150 juta dari TR," jujurnya.
Adam Deni memastikan akan melaporkan kasus yang dialaminya secara resmi. Saat ini ia masih memantau adanya dugaan tekanan terhadap korban lain.
“Pasti saya laporkan, cuma sekarang saya cek dulu siapa saja yang mencoba intervensi," pasti Adam.
Para korban diketahui tergabung dalam sebuah paguyuban di media sosial. Melalui komunitas tersebut, korban saling berbagi informasi dan bukti.
“Mereka tergabung dalam paguyuban di media sosial dan saling menguatkan," katanya.
Dalam pendampingannya, Adam Deni bahkan menjemput korban agar berangkat bersama ke Polda Metro Jaya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari tekanan psikologis.
Adam Deni menilai dugaan penipuan tersebut menggunakan sistem iming-iming keuntungan. Korban dijanjikan pengembalian dana ketika mengalami kerugian.
“Sistemnya pakai iming-iming dan janji kalau loss akan dibalikin," ungkapnya.
Baca Juga: Datangi Polda Metro Jaya untuk BAP, Korban Akui Tertipu Timothy Ronald Hampir Rp3 Miliar
Ia menyebut sebelum melapor, korban sempat mencoba meminta pertanggungjawaban. Namun upaya tersebut tidak mendapat respon serius.
“Mereka merasa tidak ada tanggapan serius dari pihak TR dan academy," kata Adam.
Adam Deni memperkirakan jumlah korban dan nilai kerugian masih akan bertambah. Ia menyebut total kerugian bisa mencapai angka fantastis.
“Kalau ditotal, kerugiannya bisa tembus sekitar Rp200 miliar," tutupnya. (*)
Artikel Asli




