Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan

merahputih.com
2 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik penting terkait komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan pembangunan dan pemanfaatan IKN sebagai ibu kota negara.

Anak buah Surya Paloh ini mengatakan, pesan politik pertama telah ditunjukkan Prabowo melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menetapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028.

Regulasi tersebut, menurutnya, menegaskan posisi hukum IKN sebagai ibu kota negara.

“Kita senang, itu pesan politik kedua. Pesan politik pertama adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang menyebutkan IKN sebagai ibu kota politik tahun 2028 yang ditandatangani Presiden Prabowo,” kata Rifqi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).

Baca juga:

Dari IKN ke Malang, Presiden Prabowo akan Resmikan SMA Taruna Nusantara

Ia menambahkan, kehadiran langsung Presiden Prabowo ke IKN menjadi pesan politik kedua yang tak kalah penting.

Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Presiden tidak sekadar meninjau, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap kelanjutan proyek strategis nasional itu.

“Presiden hadir dan ingin memberikan pesan bahwa beliau bukan sekadar mengunjungi dan meninjau, tetapi juga memberikan perhatian kepada IKN,” ujarnya.

Menurut Rifqi, langkah tersebut penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di publik, termasuk anggapan bahwa pembangunan IKN merupakan proyek yang mubazir.

Baca juga:

Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah

Ia menegaskan, dari sisi hukum tidak ada lagi ruang untuk mundur. Undang-Undang IKN dan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 telah secara tegas menyatakan IKN sebagai ibu kota negara dan ibu kota politik pada 2028.

“Kalau sudah dideklarasikan, maka tidak ada point of no return. Anggaran hampir Rp100 triliun yang sudah kita sahkan akan sangat mubazir jika pemerintah tidak segera memanfaatkan IKN sebagai ibu kota negara,” katanya.

Terkait pemindahan aparatur sipil negara (ASN), Rifqi menyebut Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi sebenarnya telah memiliki strategi dan blueprint pemindahan. Namun, keputusan tersebut masih menunggu restu Presiden.

Politisi NasDem itu berharap, setelah Presiden Prabowo meninjau langsung IKN, keputusan pemindahan ASN bisa segera diambil agar fasilitas yang telah dibangun, termasuk rumah susun untuk sekitar 15.000 ASN, tidak terbengkalai. (Pon)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hesti Purwadinata Dapat Ancaman Usai Dukung Aurelie Moeremans
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Komoditas Mayoritas Naik: Minyak Mentah Sentuh Level Tertinggi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Geledah Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakut, Angkut Sejumlah Koper-Tas
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Megawati Minta Kader PDIP Lontarkan Kritik Berbasis Data, Bukan Kemarahan
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Kasus Nadiem, Hakim Perintahkan Jaksa Serahkan Hasil Audit BPKP
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.